oleh

Bank Lampung Luncurkan L Saving dan L Online, Abdul Hakim: Sudah Semestinya Buat Terobosan

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim merespons baik peluncuran produk terbaru PT Bank Lampung yaitu L Saving (Lampung Save) dan L Online (Lampung Online) yang dilakukan Gubernur Arinal Djunaidi beberapa hari lalu.

Peluncuran ditandai dengan diinstalnya aplikasi L Online di smartphone yang digunakan oleh para pemegang saham. L Saving (Lampung Save) merupakan tabungan bisnis untuk nasabah perorangan.

Adapun keuntungan yang didapat nasabah, yaitu hanya dengan setoran awal Rp1 Juta, nasabah dapat menikmati fasilitas berupa bebas biaya admin (untuk saldo minimum Rp20 ribu), limit transaksi lebih besar, sampai Rp200 juta per hari (syarat dan ketentuan berlaku), undian lokal per kabupaten/kota, dilengkapi fasilitas ATM/debit, SMS banking dan mobile banking.

Kemudian dapat dijadikan jaminan kredit, dijamin LPS, dan bunga simpanan kompetitif.

Sedangkan L Online merupakan sistem aplikasi perbankan berbasis mobile application (Android dan Ios) yang digunakan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan baik finansial maupun nonfinansial.

Adapun fitur dan fasilitas yang dimiliki di antaranya Informasi rekening, transfer antarsesama Bank Lampung/bank lain, dan beli/bayar.

Beli/bayar dapat digunakan untuk (Isi ulang pulsa, isi ulang paket data internet, pascabayar, pembayaran E-Samsat (pajak kendaraan bermotor), pembayaran PBB (pajak bumi dan bangunan), pembayaran BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), pembayaran pajak daerah lainnya (pajak air tanah, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak retribusi, parkir, pajak mineral dan pajak penerangan jalan), dan pembelian token listrik PLN.

Abdul Hakim melalui keterangan tertulisnya mengatakan, memang sudah semestinya Bank Lampung membuat terobosan. Dengan begitu, layanan kepada nasabah makin optimal.

Ia juga meminta agar usulannya beberapa waktu direspons, yakni memberikan bantuan kredit usaha kepada ASN yang memasuki masa purnatugas. Dengan demikian, ASN yang hendak pensiun bisa mempersiapkan usaha selepas purnatugas. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Rekomendasi