VoxLampung.com, Jakarta – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan Lampung mendukung pelaku pedofilia atau pedofil tidak lagi mendapat tempat di media massa, khususnya televisi. Pedofil mesti mendapat sanksi sosial yang keras. Ia mendukung langkah banyak elemen masyarakat untuk tidak menayangkan pedofil di televisi.
Abdul Hakim melalui keterangan tertulisnya mengatakan, kejahatan seperti ini mesti menjadi perhatian bersama. Khususnya kepada orangtua untuk menjaga anak-anak mereka dari pelaku kekerasan seksual. Abdul Hakim prihatin kejadian ini dilakukan selebrita atau artis. Ia ingin para tokoh publik mestinya menjadi contoh yang baik untuk masyarakat.
Abdul Hakim juga mengajak semua pihak untuk mewaspadai agar kejadian itu tidak terulang.
Ia ingin agar ada gerakan bersama untuk menjaga anak-anak dari eksploitasi dan kekerasan seksual.
Kepada warga, Abdul Hakim juga mengedukasi agar tidak menggemari pelaku-pelaku kekerasan seksual kepada anak ataupun mereka yang punya kecenderungan seksual kepada anak.
Adanya peluang pedofil tampil di televisi karena ada penonton yang menunggu momentum itu. Jika publik juga tidak memberikan tempat kepada mereka, Abdul Hakim yakin televisi pun tidak menayangkan wajah pedofil-pedofil itu.
Untuk diketahui, saat ini publik sedang menyoroti penyanyi dangdut Saipul Jamil yang baru saja bebas dari penjara karena kasus pelecehan seksual terhadap remaja laki-laki. Saat bebas dari penjara, Saipul Jamil disambut bak pahlawan, diberitakan banyak media, bahkan diundang ke salah satu stasiun televisi. Hal ini disayangkan banyak pihak, lantaran dinilai tak pantas. Atas hal itu, muncul petisi boikot Saipul Jamil dari televisi, yang hingga saat ini sudah diteken lebih dari 250 ribu orang. (*)







Komentar