oleh

Delapan Tahun Bergantung pada Cuci Darah, Tombang Siahaan Bertahan Berkat JKN

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Dua kali dalam sepekan, Tombang Siahaan (53) harus meluangkan waktu untuk menjalani hemodialisis atau cuci darah. Rutinitas itu telah ia jalani selama kurang lebih delapan tahun terakhir sejak fungsi ginjalnya menurun dan tidak lagi mampu bekerja secara normal.

Di tengah kesibukannya sebagai wirausaha, Tombang berusaha menjalani hidup seperti biasa. Namun, di balik aktivitas sehari-harinya, ada perjuangan panjang yang harus ia hadapi untuk menjaga kesehatannya.

Bagi Tombang, salah satu penopang terbesarnya selama menjalani pengobatan adalah Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, ia mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut dalam mendukung pengobatan yang harus dijalaninya secara rutin.

“Program JKN benar-benar memberikan manfaat yang sangat besar dalam hidup saya,” ujarnya.

Ia menyadari, biaya cuci darah bukanlah biaya yang ringan jika harus ditanggung sendiri. Dengan terapi yang harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, beban pengobatan dapat menjadi tantangan tersendiri bagi pasien penyakit ginjal kronis.

Menurut Tombang, kehadiran JKN membuatnya dapat fokus menjalani pengobatan tanpa harus terus-menerus dihantui kekhawatiran soal biaya.

“Kalau harus membayar sendiri, mungkin saya sudah menyerah. Namun karena ada BPJS Kesehatan, saya bisa menjalani cuci darah secara rutin dan tetap memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Saya juga tidak pernah diminta membayar biaya tambahan untuk tindakan medis yang saya jalani,” tuturnya.

Lebih dari sekadar jaminan pembiayaan, Tombang menilai Program JKN juga menghadirkan rasa tenang bagi dirinya dan keluarga. Ia merasa memiliki kepastian untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur dan hak sebagai peserta.

Ada pula sisi lain yang ia temukan selama menjalani terapi cuci darah. Di ruang hemodialisis, ia kerap bertemu pasien-pasien yang sama dari waktu ke waktu. Pertemuan rutin itu perlahan membangun kedekatan dan menjadi sumber dukungan moral bagi sesama pasien.

“Setiap datang ke ruang hemodialisis, saya selalu bertemu dengan pasien-pasien yang sama. Kami saling menguatkan dan memberikan semangat satu sama lain,” katanya.

Tombang juga menyampaikan apresiasinya kepada para tenaga kesehatan yang selama ini mendampingi proses pengobatan para pasien. Menurutnya, kesabaran dan perhatian yang diberikan tenaga medis menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka yang harus menjalani terapi jangka panjang.

Baginya, pengalaman selama delapan tahun menjalani cuci darah menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan yang terjamin sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan berkesinambungan.

Karena itu, ia berharap Program JKN dapat terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ia juga menilai berbagai kegiatan edukasi yang digelar BPJS Kesehatan tidak hanya menambah pemahaman peserta mengenai hak dan layanan JKN, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpasien.

“Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Selain menambah wawasan tentang Program JKN, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi. Semoga Program JKN dapat terus berlanjut dan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” pungkasnya.(Rls)

Komentar