VoxLampung.com, Jakarta – Workshop ESG Integration in Construction: Building Sustainable Infrastructure for Net Zero Future yang digelar PT Patra Drilling Contractor (PDC) di Townhall, PDC Tower, Jakarta, turut menghadirkan kejutan spesial dari salah satu mitra binaan perusahaan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PDC membagikan lilin aromaterapi eksklusif berbahan dasar minyak jelantah kepada seluruh peserta workshop. Produk ini merupakan hasil program unggulan bertajuk Mari Kelola Jelantah Kita (MALIKA) yang digulirkan sepanjang tahun 2025.
Corporate Secretary PT Patra Drilling Contractor Ani Aryani menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengurangi limbah minyak jelantah sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan lokal berbasis UMKM.
“Sesuai tujuan program TJSL PDC lainnya, program ini kami selenggarakan agar limbah jelantah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat,” ujar Ani.
Lebih lanjut, Ani memaparkan bahwa program MALIKA memiliki keterkaitan erat dengan unit bisnis Food and Lodging Services (FLS) PDC yang rutin menghasilkan minyak jelantah dari aktivitas dapur dan katering.
Lilin yang dibagikan merupakan hasil produksi peserta Pelatihan Pengelolaan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi dan Sabun yang berlangsung sejak 26 Juli 2025 di Desa Petani dan Desa Bulumanis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Selama pelatihan selama 14 hari tersebut, para peserta mendapatkan materi penyulingan dan pemutihan minyak jelantah, proses pembuatan lilin aromaterapi dan sabun, pengemasan produk, hingga manajemen usaha. Program ini dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan.
“Peserta tidak hanya diajarkan bagaimana mengolah jelantah menjadi lilin dan sabun, tapi juga dibekali pemahaman tentang pengembangan usaha dan potensi minyak jelantah sebagai sumber pendapatan,” jelas Ani.
PDC telah menargetkan produksi perdana sebanyak 750 lilin aromaterapi, 750 sabun batang, dan 750 botol sabun cair, dengan bahan baku sekitar 100–150 liter minyak jelantah dari lini FLS.
Produk hasil pelatihan ini rencananya juga akan digunakan kembali di internal PDC, seperti sabun cuci tangan di ruang makan, sabun pencuci piring, dan sabun cuci pakaian, sehingga menciptakan siklus berkelanjutan.
“Kami sangat bangga ketika hasil produksi pertama peserta pelatihan mendapat apresiasi dari para peserta workshop. Desainnya eksklusif dan kualitasnya diakui. Harapannya, produk-produk ini juga diterima baik oleh masyarakat luas,” pungkas Ani.(Rls)







Komentar