VoxLampung.com, Lampung Selatan – Kecamatan Merbau Mataram Lampung Selatan mendapat anggaran pembangunan tahun 2022 sebesar Rp27 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.
Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa mengatakan, besaran anggaran untuk pembangunan di 15 desa itu terdiri dari anggaran operasional Kecamatan Merbau Mataram sebesar Rp. 2.633.573.100 serta Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2022 sebesar Rp. 24.368.465.210.
Hal itu disampaikan Pandu saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Merbau Mataram tahun 2023 yang digelar di Desa Merbau Mataram, Jumat siang, 4/2/2022).
Berdasarkan rilis yang diterima VoxLampung dari Diskominfo Lamsel, hadir juga dalam Musrenbang ketujuh itu, anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Dapil enam, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Thamrin, para pejabat utama dan Kepala OPD di lingkup Pemkab Lampung Selatan, Camat serta Forkopimcam Tanjung Bintang.
Selain itu, hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto, Ketua DWP Lampung Selatan Yani Thamrin, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta elemen masyarakat lainnya.
Pada kesempatan itu pula, Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta Musrenbang yang telah hadir.
Pandu mengatakan, kehadiran masyarakat dalam Musrenbang itu adalah bentuk partisipasi yang nyata dalam rangka ikut menyukseskan pembangunan di Bumi Khagom Mufakat.
“Karena dalam Musrenbang kecamatan ini akan muncul gagasan-gagasan yang inovatif untuk merumuskan program yang menjadi skala prioritas di Kecamatan Merbau Mataram,” ujar Pandu Kesuma Dewangsa seperti tertulis dalam rilis tersebut.
Lebih lanjut Pandu mengatakan, bahwa Pemkab Lampung Selatan menggunakan sistem e-planning melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun anggaran 2023.
“Pelaksanaan Musrenbang ini diharapkan menjadi upaya untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan dan inovasi daerah,” ujar Pandu.
Untuk itu Pandu mengingatkan, pelaksanaan Musrenbang RKPD tingkat kecamatan itu tidak hanya dijadikan sekadar untuk melaksanakan tahapan proses perencanaan pembangunan.
Lebih dari itu, kata Pandu, forum Musrenbang tahunan itu agar dapat dijadikan sebagai satu-satunya forum yang tertinggi dalam menjaring aspirasi masyarakat.
“Sehingga apa yang dihasilkan dalam forum ini benar-benar merupakan kumpulan kegiatan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 mendatang,” kata Pandu.
Sementara, pada kesempatan itu, Camat Merbau Mataram Heri Purnomo meminta kepada Pemkab Lampung Selatan untuk mengalokasi anggaran untuk pembangunan kantor Kecamatan Merbau Mataram pada tahun anggaran 2023 mendatang.
Sebab kata Heri Purnomo, kondisi kantor Kecamatan Merbau Mataram sangat memprihatinkan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal.
“Dibandingkan kantor kecamatan yang lain, mungkin (Merbau Mataram) yang tertua. Kadang catnya suka terkelupas. Tapi saya lihat lagi ternyata temboknya juga, plafonnya jatuh. Kalau sampai saat ini masih berdiri, mungkin karena doa dari semuanya,” ucap Heri. (*)







Komentar