VoxLampung.com, Bandar Lampung – Menjadi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP), merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh M Raihan (13), warga Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Di benaknya, ia membayangkan betapa asyiknya bertemu teman-teman baru, guru baru, dan bersekolah di tempat baru.
Namun sayang, kenyataan tak sesuai ekspektasi. Raihan menjadi bagian dari siswa saksi sejarah, di mana Pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Ya, ia mesti menjalani sekolah daring, tanpa ada tatap muka dengan guru, maupun teman-teman barunya, bahkan sejak hari pertama bersekolah di SMP N 31 Bandar Lampung.
Masalah pun muncul bersamaan dengan kebijakan sekolah daring tersebut. Raihan yang lahir di keluarga tidak mampu secara ekonomi, dibuat kebingungan. Hal itu lantaran, dirinya tak memiliki telepon pintar (smartphone) untuk belajar daring.
Ibunya yang merupakan buruh cuci, dan ayahnya yang buruh bangunan, tak mampu membelikan smartphone yang tentu harganya tidak murah. Akhirnya, ayah dan ibu Raihan mengajukan kredit handphone, agar anak semata wayangnya itu tetap bisa mengikuti pelajaran sekolah.
Masalah tak sampai di situ. Beberapa bulan awal menjalani sekolah daring, ibunya harus putar otak mengatur keuangan keluarga, lantaran Raihan membutuhkan setidaknya Rp25 ribu dalam sepekan, untuk membeli kuota internet.
“Pusing, penghasilan pas-pasan untuk makan, bahkan kadang kurang, karena selama Pandemi ini pemasukan sedikit. Ini dibebanin bayar kredit HP dan kuota,” keluh Hatia, ibunda Raihan.
Kesulitan yang dialami Raihan dan keluarganya ini, hanya secuil dari berbagai kisah susahnya kehidupan para pelajar di masa Pandemi Covid-19. Bahkan tak sedikit siswa yang terpaksa mengabaikan tugas sekolah daring, lantaran terkendala biaya kuota internet.
“Saya gak pernah kerjain tugas. Gak pernah ikut sekolah daring. HP sih ada punya kakak, tapi gak ada kuotanya. Ibu gak ada duit,” Ungkap Romli (10), siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.
Para siswa bukan tak mau mengikuti berbagai materi Sekolah daring, namun kesiapan sarana dan prasarana menjadi kendala utama. Belum lagi, kendala kualitas jaringan internet di sejumlah wilayah, yang belum tercover maksimal.
Beruntung, Indosat Ooredoo hadir memberikan solusi. Indosat Ooredoo berkomitmen penuh mendukung program bantuan kuota data internet dari Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia itu, berkomitmen mendukung masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi masa pandemi COVID19, salah satunya melalui program Bantuan Kuota Data Internet tahap II dari Pemerintah kepada Siswa, Mahasiswa, Guru, dan Dosen.
Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, mengatakan, bantuan ini juga sebagai komitmen pihaknya untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN.
“Guna mendukung kelancaran program ini, kami telah memastikan peningkatan kualitas jaringan 4G kami di seluruh Indonesia, sehingga dapat membantu kelancaran proses belajar dan mengajar secara online dengan lebih baik lagi,” kata Vikram melalui keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.
“Kami percaya bahwa dalam kondisi apapun, kita harus memastikan anak-anak dan generasi muda kita tetap mendapatkan hak nya untuk dapat belajar dengan baik dan lancar,” sambungnya.
Besaran bantuan kuota data internet berupa 100% kuota utama, bisa didapatkan oleh pengguna IM3 Ooredoo sesuai dengan jenjang pendidikannya. Diharapkan, kuota data ini dapat membantu akses informasi saat pembelajaran daring.
Untuk tingkatan PAUD, mendapatkan kuota 7GB dan untuk Siswa memperoleh kuota 10GB. Sementara untuk Guru kuota diberikan adalah 12GB, serta kuota 15GB untuk jenjang Mahasiswa dan Dosen.
Kuota utama yang diperoleh dapat digunakan kapan saja dan dimana saja selama 24 jam untuk mengakses internet, berbagai platform & aplikasi belajar online seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Classroom, Sekolahmu, Ruangguru, Zenius, dan lainnya serta ke lebih dari 300 portal Pendidikan.
Pengguna IM3 Ooredoo juga tak perlu cemas saat kuota habis, karena bantuan kuota data internet ini juga dilengkapi dengan benefit Pulsa Safe. Selain itu, pengguna IM3 Ooredoo juga dapat membeli paket internet lainnya yang dapat berjalan bersamaan dengan kuota bantuan pembelajaran jarak jauh untuk akses internet yang lebih besar.
“Kami mengimbau para pengajar dan pelajar yang berhak mendapatkan bantuan kuota tersebut untuk dapat mendaftarkan nomor IM3 Ooredoo nya ke sistem Dapodik sekolah atau kampus masing-masing, serta memastikan nomor tersebut selalu dalam keadaan aktif,” ungkap Vikram.
Indosat Ooredoo juga terus melakukan perluasan jaringan berkualitas video untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi para pelanggan yang juga dilengkapi dengan produk relevan dan simpel.
“Indosat Ooredoo memiliki platform API Gift Data untuk mempercepat pendistribusian bantuan kuota internet dari Kemendikbud yang telah digunakan sejak tahap pertama pada tahun 2020 lalu,” Terangnya.
Informasi lebih lanjut mengenai Bantuan Kuota Data Internet pada program Kuota Bantuan Pemerintah tahap II dapat dicek di *123*075#, aplikasi myIM3, melalui akun Official Whatsapp IM3 Ooredoo di bit.ly/im3whatsapp, atau mengunjungi im3ooredoo.com/bantuankuotainternet.
Selain itu, dapat juga mengakses situs Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021 milik Kemendikbud di https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/ . (Imelda)







Komentar