oleh

Cegah Stunting, Duta Swasembada Gizi Lamsel Winarni Sosialisasi 1.000 HPK di Kecamatan Kalianda

VoxLampung.com, Kalianda – Duta Swasembda Gizi Kabupaten Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto kembali melakukan sosialisasi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) kepada masyarakat. Kegiatan ini dalam rangka mencegah stunting di kabupaten itu.

Kegiatan sosialisasi kali ini menyasar warga Desa Agom dan Desa Bulok, Kecamatan Kalianda. Kegiatan sosialisasi digelar di Lapangan Desa Agom, pada Jumat, 8/10/2021.

Pada kesempatan itu, Winarni mengatakan, kegiatan sosialiasi 1.000 HPK merupakan bagian dari program kerja Dinas Pendidikan yang melibatkan Tim Swasembada Gizi, dinas instansi terkait, TNI-POLRI, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat.

Winarni juga menyampaikan, untuk menuntaskan permasalahan stunting, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan telah melaksanakan program lima layanan swasembada gizi bagi masyarakat.

Program dimaksud yaitu, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Layanan Gizi, Layanan Air Minum dan Sanitasi, Layanan PAUD, dan Layanan Sosial.

“Masalah stunting ini harus segera diselesaikan. Salah satunya adalah dengan memberi bantuan kepada keluarga yang terdampak stunting. Pemberian bantuan juga harus tepat sasaran agar tidak disalahgunakan,” kata Winarni, berdasarkan rilis yang diterima VoxLampung dari Diskominfo Lampung Selatan.

Wanita yang akrab disapa Bunda Winarni itu kembali mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya masa 1.000 HPK yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak.

Dimana menurutnya, kekurangan gizi dan stimulasi pada 1.000 HPK dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan anak atau biasa disebut stunting.

“Masa 1.000 HPK ini harus benar-benar diperhatikan. Karena pada fase ini stunting masih bisa ditangani. Jika sudah lebih dari 2 tahun, stunting akan sulit ditangani,” kata istri Bupati Lamsel Nanang Ermanto itu.

Bunda Winarni menambahkan, untuk menekan angka stunting, masyarakat wajib mencukupi asupan makanan sehat bergizi serta seimbang.

“Dan (pemenuhan gizi seimbang) itu tidak harus mahal. Mengkonsumsi daun kelor, tempe, ikan dan buah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi seimbang,” kata Winarni.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Winarni juga memberikan bantuan kepada keluarga yang memiliki anak penderita stunting serta penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dimana, terdapat 4 anak stunting di Desa Agom dan 5 anak stunting di Desa Bulok.

Selain itu, dalam kunjungannya, Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan juga sempat memberikan arahan kepada para Remaja Genre di Desa Agom.

Hadir juga dalam kegiatan itu, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, Camat Kalianda, serta Kepala Desa Agom dan Pjs Kepala Desa Bulok. (*)

Komentar