VoxLampung.com, Bandar Lampung – Selama bulan Ramadan, kegiatan santri di Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung kian padat. Mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti tadarus, menghafal Al-Qur’an, tarawih, dan tahajud.
Pengasuh Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain mengatakan, pada Bulan Ramadan 1442 hijriah ini, santri memang didorong untuk memanfaatkan momentum dengan memperbanyak ibadah, agar waktu tidak terbuang sia-sia.
“Jadi bulan puasa ini semakin kencang ibadahnya, bukan semakin lemas,” Kata Abah Ismail, sapaan akrab KH Zulkarnain.
Kegiatan tadarus biasa dilakukan tiap sebelum maupun setelah salat wajib. Kegiatan tadarus sejatinya memang sudah menjadi rutinitas sehari-hari para santri, namun pada bulan Ramadan lebih diperbanyak waktunya.
BACA JUGA: Persiapan Pengamanan Idul Fitri, Pemprov-Polda Lampung Dapat Arahan dari Kapolri
Para santri ditarget untuk menghatam Alquran minimal 5 kali khatam. Nantinya mereka yang mencapai target atau lebih, akan diberi hadiah berupa uang tunai. Hal itu sebagai apresiasi atas upaya dan semangat para santri yang giat beribadah di Bulan Ramadan.
Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan dalam bentuk baju lebaran dan perlengkapan ibadah baru. Hal itu agar para santri yang notabene merupakan anak yatim piatu dapat merasakan semarak merayakan Hari Raya Idul Fitri, seperti anak-anak lain.
“Nanti dipenghujung Ramadan, semua anak diberi bonus baju baru masing-masing dua stel, sarung, mukena, sandal baru, semua dibelikan. Tak perlu khawatir uang, karena kita punya Allah,” Ungkap Abah Ismail.

Rizki Ramadhani (16), salah satu santri Ponpes Riyadhus Sholihin mengatakan, dirinya sangat menikmati kegiatan di Ponpes selama bulan Ramadan. Hal itu lantaran ia lebih bersemangat melakukan tadarus, tarawih, menghafal Alquran dan kegiatannya lainnya, karena dilakukan bersama-sama santri lainnya.
“Selama Ramadan kegiatannya lumayan padat. Ada tadarus, hafalan Alquran, tarawih. Paling diutamakan adalah hafalan Alquran, dan hafalannya ditarget, ada yang hafalan Juz 30. Kalau yang anak SD targetnya bisa baca Alquran selama Ramadan,” Tutur Rizki Ramadhani.
BACA JUGA: Lampung Terapkan PPKM Mikro, Prokes di Ruang Publik Diperketat
Pada lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah ini, para santri yang keluarganya masih berada di dalam Provinsi Lampung diperbolehkan untuk mudik. Namun, bagi santri yang berasal dari luar provinsi belum bisa mudik tahun ini mengingat ada larangan mudik dari pemerintah.
Santri Ponpes Riyadhus Sholihin memang beberapa ada yang berasal dari luar Lampung seperti dari Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Makassar, Palembang, dan lain-lain.(*)







Komentar