VoxLampung.com, Bandar Lampung –
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman membuat gebrakan yakni merekrut prajurit TNI dari santri. Program ini disambut baik oleh Pimpinan Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Duafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung, KH Ismail Zulkarnain.
Menurutnya, Jenderal Dudung telah membuktikan bahwa dirinya benar-benar mencintai pondok pesantren, para santri, termasuk anak-anak yatim.
“Beliau menepis anggapan bahwa dirinya tidak agamis. Beliau itu sangat mencintai santri, terbukti dengan gebrakan yang dilakukannya, merekrut santri sebagai prajurit TNI,” Kata Abah Ismail.
Abah Ismail bilang, Jenderal Dudung merupakan sosok kharismatik yang rendah hati dan sangat menghargai orang lain. Bahkan, mantan Pangdam Jaya itu selalu menyambut dengan baik siapapun tamu yang mendatanginya, tanpa melihat latar belakang dan status sosialn.
“Beliau juga cinta anak yatim, karena beliau besar tanpa sosok seorang ayah. Beliau anak yatim, dan suka menyantuni anak yatim,” imbuhnya.
Terkait ada beberapa perkataan Jenderal Dudung yang menjadi sorotan dan dituding tidak agamis, menurut Abah Ismail hal itu hanya kesalahpahaman saja.
“Kalau beliau pernah selip kata, namanya manusia. Tapi yang pasti tidak ada niat buruk dari Jenderal Dudung,” ungkap Abah Ismail.
“Maka dari itu, jangan hanya menilai orang dari pemberitaan, atau dari omongan orang, kenali dulu, baru kita bisa tahu sosok yang sebenarnya,” tambahnya.
Sosok Jenderal Dudung juga sangat dicintai para santri, terutama santri Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Bandar Lampung. Setiap hari terutama pada hari Jumat, mereka selalu menggelar doa bersama, untuk mendoakan kesehatan dan keselamatan Jenderal Dudung.
“Santri kami selalu mendoakan Jenderal Dudung, supaya beliau selalu dilindungi Allah SWT, diberi kesehatan, keselamatan, kesuksesan, dijauhkan dari fitnah, dan senantiasa menjadi orang baik,” terang Abah Ismail.
Untuk diketahui, TNI AD membuka pendaftaran calon Tamtama khusus untuk santri dan lintas agama. Salah satu syarat untuk yang beragama Islam adalah Hafiz Quran. Pendaftarannya dipastikan gratis 100 persen.
Mengutip Sindonews, Dudung mengungkap alasannya membuat program rekrutmen TNI dari santri tersebut. Menurut Dudung, para santri yang dididik di pesantren pasti memiliki akhlak yang terjaga.
“Saya merekrut ini, karena saya yakin kalau dari pesantren, yang sudah dididik agama sudah pasti terjaga masalah akhlak,” tutur Jenderal Dudung.
Dudung mengatakan, jika akhlak itu bisa terimplementasi, maka TNI tidak merugikan rakyat. Dia berharap para santri setelah masuk ke dalam dunia militer dapat lebih tenang ketika menghadapi situasi apapun.
“Para santri ini juga nanti akan jadi prajurit yang berakhlak, prajurit yang di lapangan nantinya menghadapi situasi apa pun mereka lebih tertata di dalam komunikasi khususnya di dalam bertingkah laku,” ujarnya.
Rekrutmen TNI dari santri akan terbagi dalam dua gelombang dan dari gelombang tersebut terbagi lagi dalam zona timur dan zona barat. Pada gelombang pertama ini, pendaftaran gelombang 1, baik zona timur dan barat dimulai pada 3 Januari sampai dengan 23 Februari 2020 melalui daring.
Setelahnya pada 21 Februari hingga 4 Maret dilakukan daftar ulang dan validasi. Selanjutnya, dibuka pula gelombang II bagi zona barat mulai 3 Januari sampai dengan 25 Februari melalui pendaftaran daring.
Tahapan daftar ulang dan validasi dimulai pada 6 September hingga 7 Oktober 2021. Untuk zona timur, pendaftarannya sedikit lebih lama, yaitu dari tanggal 3 Januari hingga 9 September 2022 dan tahapan pendaftaran ulang dan validasi 10 hingga 21 Oktober.
Untuk iformasi selengkapnya kunjungi website www.http:ad.rekrutmen-tni.mil.ad. Selain daring, para peserta bisa mendatangi Ajendam dan Ajenrem terdekat di kota masing-masing.(*)







Komentar