oleh

BPJS Kesehatan Jaga Harapan Pasien Cuci Darah, Nurlela: Tak Keluar Biaya Sepeser Pun

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Suara mesin hemodialisa berdenging pelan, berpadu dengan langkah perawat yang sesekali memeriksa selang infus dan layar monitor. Di ruang cuci darah RS Budi Medika Bandar Lampung, para pasien menjalani rutinitas yang tak mudah demi mempertahankan hidup.

Siang itu, suasana ruang hemodialisa sedikit berbeda. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Herman Indratmo, menyempatkan diri menyapa satu per satu pasien yang tengah menjalani cuci darah. Kunjungan itu disambut hangat. Sejumlah pasien tampak antusias berbagi cerita tentang pengalaman mereka menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Di hadapan Herman, Nurlela (37) mengaku bersyukur karena bisa menjalani cuci darah secara rutin tanpa harus memikirkan biaya. Menurutnya, pelayanan BPJS Kesehatan kini juga semakin baik dan membuatnya lebih tenang menjalani pengobatan.

Nurlela berbincang dengan tetap berbaring di ranjangnya, sementara darahnya mengalir melalui selang menuju mesin hemodialisa sebelum kembali ke tubuhnya. Rutinitas itu telah ia jalani dua kali setiap pekan selama setahun terakhir.

Ibu rumah tangga asal Pasar Kangkung itu mengaku tak pernah membayangkan harus bergantung pada mesin cuci darah di usia yang masih tergolong muda. Semuanya bermula dari tekanan darah tinggi yang memang menurun dalam keluarganya. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya menyerang ginjal.

Awalnya Nurlela menjalani cuci darah di RSUD Abdul Moeloek selama tiga bulan. Namun setelah RS Budi Medika mulai melayani peserta BPJS Kesehatan, ia memutuskan pindah.

Alasannya sederhana. Jarak rumah lebih dekat, fasilitas rumah sakit dinilainya nyaman, dan pelayanan yang diterima membuatnya merasa lebih tenang menjalani pengobatan jangka panjang.

Kini, setiap pekan ia harus meluangkan waktu dua kali untuk menjalani cuci darah. Setiap sesi berlangsung lebih dari empat jam.

Meski begitu, Nurlela memilih tetap menjalani semuanya dengan semangat. Baginya, keberadaan BPJS Kesehatan menjadi penopang utama agar ia bisa terus berobat tanpa harus memikirkan biaya yang sangat besar.

Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah, Nurlela tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk tindakan cuci darah. Pengeluaran yang ia siapkan hanya ongkos perjalanan dari rumah menuju rumah sakit.

“Kalau berobat umum, dari mana uangnya. Mahal sekali biaya cuci darah, bisa jutaan sekali cuci darah. Alhamdulillah pakai BPJS gratis, tidak keluar biaya sama sekali. Dan pelayanannya juga semakin bagus sekarang,” ujarnya.

Di rumah, Nurlela masih menjalankan perannya sebagai ibu bagi tiga anak. Sementara sang suami bekerja sebagai nelayan di kawasan Gudang Lelang. Dukungan keluarga menjadi penyemangat baginya untuk terus bertahan.

BPJS Kesehatan Jaga Harapan Pasien Cuci Darah, Nurlela: Tak Keluar Biaya Sepeser Pun
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung Herman Indratmo berbincang dengan Jasmin Hutabarat, pasien cuci darah di RS Budi Medika Bandar Lampung. | VoxLampung

Tak jauh dari tempat tidur Nurlela, Jasmin Hutabarat (56) menjalani rutinitas yang sama.

Selama 16 tahun terakhir, pria yang bekerja di bidang advertising itu hidup dengan diabetes. Tiga bulan lalu, penyakit tersebut berkembang menjadi gangguan ginjal yang mengharuskannya menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.

Jasmin sempat menjalani dua kali cuci darah di Rumah Sakit Immanuel sebelum akhirnya memilih berpindah ke RS Budi Medika karena lokasinya lebih dekat dari rumah.

Hingga kini, ia telah sekitar 20 kali menjalani cuci darah di rumah sakit tersebut.

Di hadapan Herman Indratmo, Jasmin juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan BPJS Kesehatan. Menurutnya, seluruh proses pengobatan yang dijalani berjalan lancar tanpa dipungut biaya.

“Total sudah 20 kali saya cuci darah di RS Budi Medika, dan semuanya gratis,” kata Jasmin.

Empat tahun menjadi peserta BPJS Kesehatan membuat Jasmin tak lagi dibayangi kekhawatiran terhadap besarnya biaya pengobatan yang harus dijalani secara rutin.

Hal senada disampaikan istrinya, Rionita Situmeang. Ibu empat anak itu mengaku merasakan perubahan pelayanan BPJS Kesehatan yang menurutnya kini jauh lebih baik, baik dari sisi fasilitas, pelayanan tenaga kesehatan, maupun proses administrasi.

“Syukurlah sekarang sudah enak pakai BPJS Kesehatan ini. Tidak ribet lagi, pelayanannya juga bagus, tidak dibeda-bedakan pasien umum dan BPJS. Bagus sekali sekarang,” tuturnya.

Di ruang hemodialisa itu, deru mesin terus bekerja tanpa henti. Bagi Nurlela, Jasmin, dan puluhan pasien lainnya, mesin tersebut bukan sekadar alat medis. Ia menjadi penghubung antara harapan untuk tetap hidup dengan kesempatan menjalani hari-hari bersama keluarga. (Imel)

Baca Juga: Tak Lagi Khawatir Berobat Pakai BPJS, Pasien Akui Pelayanan Semakin Memuaskan

Komentar