VoxLampung.com, Jakarta – Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026) tak hanya menandai pergantian pimpinan lembaga. Di hari pertamanya, mantan Wakil Menteri Pertanian itu langsung menegaskan arah baru BGN, yaitu bukan sekadar membagikan makanan, melainkan memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan efektif melalui tata kelola yang lebih baik.
Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.
Usai dilantik, Sudaryono mengakui masih terdapat persoalan dalam tata kelola Badan Gizi Nasional yang perlu segera dibenahi. Menurutnya, perbaikan sistem menjadi langkah penting agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Memang ada problem dalam tata kelola dan ini menjadi tantangan besar. Namun saya bersama seluruh jajaran akan bekerja keras memperbaiki apa yang perlu diperbaiki,” ujar Sudaryono, dikutip dari Reuters.
Ia juga menegaskan komitmennya menerapkan prinsip zero tolerance for corruption dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Di kesempatan lain, Sudaryono menekankan bahwa peran Badan Gizi Nasional jauh lebih luas dibanding sekadar menyalurkan makanan.
“BGN bukan panitia bagi-bagi makanan, tetapi memastikan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” katanya, dikutip dari Detik.com.
Menurut Sudaryono, peningkatan kualitas gizi masyarakat merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Sebelum dipercaya memimpin BGN, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI periode 2024–2026. Ia juga dikenal sebagai politikus Partai Gerindra, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta pernah menjadi asisten pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Dari sisi akademik, Sudaryono merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang dan meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari National Defense Academy of Japan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Business Administration di Swiss German University serta menyelesaikan program Doktor Manajemen Bisnis di IPB University.
Dengan latar belakang tersebut, pemerintah berharap kepemimpinan Sudaryono mampu memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.(Fani)







Komentar