oleh

BPJS Kesehatan Apresiasi Rekor MURI IBI Lampung, Kerja Sama dengan Bidan Segera Dimatangkan

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama dengan para bidan di Indonesia untuk memperluas akses layanan kesehatan, termasuk deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Pap Smear.

Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang dirangkaikan dengan penyerahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pelaksanaan skrining Pap Smear dengan peserta perempuan terbanyak di Indonesia.

Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan dan Manfaat, drg Afrizayanti, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan mekanisme kerja sama dengan bidan, termasuk penyesuaian tarif layanan serta regulasi pendukung. Karena itu, para bidan diminta tidak lagi merasa khawatir terkait kemitraan dengan BPJS Kesehatan.

“Besok BPJS Kesehatan dan IBI dijadwalkan bertemu di Jakarta untuk membahas mekanisme kerja sama beserta konsep pelaksanaannya. Kami berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik bagi seluruh bidan di Indonesia,” kata Afrizayanti dalam peringatan HUT ke-75 IBI di Ballroom Hotel Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Selasa (7/7/2026).

Mewakili Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, dr. Abdi Kurniawan Purba, yang berhalangan hadir, Afrizayanti mengatakan, usia ke-75 menjadi fase kematangan bagi IBI yang sejak berdiri pada 1951 telah menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke pelosok negeri, bahkan jauh sebelum fasilitas kesehatan modern menjangkau desa-desa terpencil.

Karena itu, BPJS Kesehatan memandang bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan reproduksi, kesehatan perempuan, serta kesehatan ibu dan anak.

Ia mengapresiasi keberhasilan Pengurus Daerah IBI Provinsi Lampung bersama jajaran Pengurus Cabang IBI dan praktik mandiri bidan yang menggelar pemeriksaan Pap Smear secara serentak di 14 kabupaten/kota pada 8–12 Juli 2026 hingga berhasil memecahkan rekor MURI.

“Rekor ini bukan sekadar catatan angka, tetapi bukti bahwa ketika seluruh pihak bergerak bersama dengan tujuan yang sama, akses layanan kesehatan perempuan dapat diperluas jauh melampaui yang dibayangkan sebelumnya,” ujarnya.

Dari perspektif penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Afrizayanti mengingatkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker pada perempuan Indonesia. Sebagian besar kasus baru diketahui saat telah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang pengobatan semakin kecil dan biaya pelayanan kesehatan menjadi jauh lebih besar.

Padahal, lanjutnya, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling memungkinkan untuk dicegah melalui deteksi dini.

IBI Lampung
Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan dan Manfaat, drg Afrizayanti, menerima duplikat piagam penghargaan rekor MURI yang diperoleh IBI Lampung atas pelaksanaan skrining Pap Smear dengan peserta perempuan terbanyak di Indonesia.| VoxLampung

Ia menegaskan Program JKN memiliki komitmen kuat terhadap upaya promotif dan preventif, termasuk melalui skrining kesehatan yang terintegrasi. Namun, sistem pembiayaan kesehatan tidak akan berjalan optimal tanpa tenaga kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung.

Melalui momentum tersebut, BPJS Kesehatan dan IBI menegaskan tiga komitmen bersama, yakni mendorong deteksi dini kanker serviks, memperluas akses layanan Pap Smear yang berkualitas dan mudah dijangkau melalui praktik bidan di seluruh Indonesia, serta memperkuat perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

“Tiga komitmen ini bukan sekadar pernyataan di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi nyata antara BPJS Kesehatan dan organisasi profesi seperti IBI,” tegasnya.

Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Lampung, Meri Destiyanti, mengatakan pemeriksaan Pap Smear dipilih sebagai kegiatan utama HUT IBI tahun ini untuk memperluas peran bidan dalam upaya promotif dan preventif. Selama ini, kata dia, masyarakat lebih mengenal bidan sebagai tenaga kesehatan yang menangani kehamilan, persalinan, keluarga berencana, dan posyandu.

Menurut Meri, tingginya kasus kanker serviks di Indonesia menjadi alasan utama IBI menginisiasi kegiatan tersebut. Selain menjadi ancaman bagi perempuan, penyakit itu juga membuat BPJS Kesehatan harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp10 triliun setiap tahun untuk pembiayaan pelayanan pasien kanker serviks.

Karena itu, IBI juga melakukan advokasi kepada BPJS Kesehatan agar pemeriksaan Pap Smear ke depan dapat memperoleh dukungan pembiayaan.

Awalnya, IBI Lampung menargetkan sebanyak 13.740 perempuan mengikuti skrining. Namun, antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta meningkat menjadi 14.762 perempuan, melampaui target yang ditetapkan.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif IBI sebagai bentuk pengabdian kepada Provinsi Lampung. Kalau menggunakan APBD nilainya bisa mencapai sekitar Rp3 miliar, tetapi kami melaksanakan ini demi masyarakat Lampung,” ujarnya.

Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, mengatakan pencapaian tersebut resmi tercatat sebagai rekor MURI, yang masuk kriteria superlatif dengan kegiatan skrining Pap Smear dengan peserta perempuan terbanyak di Indonesia.

Menurut Awan, keberhasilan IBI Lampung melampaui target awal menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap deteksi dini kanker serviks.

“Kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk terus memperkuat upaya promotif dan preventif dalam mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat dan berkualitas,” katanya sebelum menyerahkan piagam penghargaan MURI.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar memecahkan rekor, tetapi juga membangun kesadaran perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri.

Menurutnya, selama ini perempuan cenderung lebih memikirkan kesehatan anak, suami, maupun orang tua, sementara kesehatan dirinya sering kali diabaikan.

“Melalui pemeriksaan Pap Smear ini, IBI menghadirkan kesadaran kepada perempuan-perempuan di Provinsi Lampung bahwa mencintai diri sendiri itu sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus saling menguatkan dengan semangat gotong royong untuk tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Mirza.

Ketua IBI Pusat, Ade Jubaedah, juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh bidan di Provinsi Lampung yang dinilai berhasil membuktikan bahwa profesi bidan tidak hanya berfokus pada pelayanan kehamilan dan persalinan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupannya.

Ia menegaskan rekor MURI tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti nyata aksi para bidan dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan melalui deteksi dini kanker serviks.

Saat ini IBI memiliki sekitar 600 ribu anggota di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 12 ribu anggota di Provinsi Lampung. Sebanyak 70 persen di antaranya bertugas di layanan kesehatan primer, seperti puskesmas, klinik, dan Praktik Mandiri Bidan (PMB). Para bidan menangani sekitar 85 persen pelayanan antenatal, 67 persen persalinan, dan 74 persen pelayanan kontrasepsi.

Menurutnya, peran bidan mencakup pendampingan perempuan sepanjang siklus kehidupannya, termasuk dalam upaya deteksi dini kanker serviks. Hal itu penting mengingat kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia, khususnya kanker leher rahim. Bahkan, setiap dua jam satu perempuan meninggal akibat kanker serviks, padahal sekitar 90 persen kasus sebenarnya dapat dicegah dan diobati apabila terdeteksi sejak dini.

Acara diisi dengan penyerahan duplikat piagam penghargaan rekor MURI kepada Deputi Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan dan Manfaat drg Afrizayanti, dan para Ketua Cabang IBI di Provinsi Lampung. Sementara piagam asli diserahkan oleh Direktur Marketing MURI kepada Ketua IBI Provinsi Lampung.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Lampung, Pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Pimpinan BKKBN Provinsi Lampung, Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kesehatan Bandar Lampung Herman Indratmo, Kacab BPJS Kotabumi Wahyu Santoso, Kacab BPJS Metro dr. Bellza Rizki Ananta, dan tamu undangan lainnya. (*)

Komentar