oleh

Ashoka dan Cisco Gelar Accelerator Summit 2026, Perkuat Jejaring Changemaker Asia Tenggara

VoxLampung.com, Jakarta – Ashoka bersama Cisco Foundation menggelar Ashoka and Cisco Accelerator Summit 2026, forum kolaboratif selama tiga hari pada 13–15 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan Ashoka Fellows, Strategy Thought Partners (STPs), serta ekosistem Ashoka dan Cisco dari Indonesia dan Asia Tenggara.

Summit ini menjadi ruang refleksi, ko-kreasi, sekaligus perumusan langkah strategis bagi para wirausahawan sosial yang telah menyelesaikan program akselerator selama satu tahun.

Melalui program tersebut, Ashoka bersama para Fellows mendorong redefinisi perubahan eksponensial dengan memanfaatkan teknologi, data, serta jejaring changemaking untuk menciptakan dampak sistemik.

Program Manager Ashoka Cisco Accelerator Indonesia, Dally Chaerul Saffar, mengatakan bahwa forum ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, dialog lintas sektor, serta penguatan kolaborasi nyata.

“Ashoka and Cisco Accelerator Summit bukan sekadar pertemuan, tetapi ruang strategis untuk menyatukan pembelajaran, jejaring, dan aksi kolektif,” ujar Dally, Rabu, 15/4/2026.

“Kami melihat bagaimana teknologi dan data, ketika dipadukan dengan kolaborasi lintas sektor, dapat mempercepat dampak para changemaker dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.”

Salah satu peserta, Gustaff S Iskandar, yang juga Ashoka Fellow 2024, mengaku forum ini menghadirkan pengalaman yang dinamis dan inspiratif.

“Melihat begitu banyak Ashoka Fellow dari berbagai negara, saya merasa tidak sendiri dalam melakukan gerakan perubahan,” kata Gustaff.

“Program ini juga memperkuat keyakinan bahwa penggerak masyarakat sipil memiliki pengaruh penting, kuat, dan relevan di berbagai lini kehidupan.”

Selain dihadiri Fellows dari Asia Tenggara, summit ini juga melibatkan para STPs dari sektor bisnis, filantropi, dan teknologi, antara lain Mason Tan, Founder Garden Impact; Sovia Wirjoprawiro, Board Member, Gunung Sewu; Widharmika Agung, Partner Systemiq dan cofounder Indorelawan; Ade Soekadis, Executive Director of Mercy Corps Indonesia; Shirley Dhewayani, Managing Partner, Kearney; Salman Subakat, Co-Founder of ParagonCorp dan CEO of NSEI; serta perwakilan dari DBS Indonesia, IKEA Supply AG Indonesia, Impact Hub Indonesia, Instellar, dan Nice Global.

Menurut Dally, kehadiran para pemimpin lintas sektor dan generasi tersebut memperkuat ekosistem changemaker yang inklusif dan kolaboratif dengan orientasi dampak jangka panjang.

Changemaking Connect Jadi Inti Kolaborasi

Sebagai bagian utama summit, digelar pula Changemaking Connect, forum kolaboratif yang mengusung visi “Everyone a Changemaker”.

“Dampak sosial yang bermakna lahir dari jejaring pembuat perubahan yang saling terhubung, bukan dari aksi individu yang terpisah,” jelas Dally.

Forum ini mengangkat empat fokus utama, yakni New Longevity, People & Planet, Tech & Humanity, serta Gender Equality & Family Ecosystem. Keempatnya menjadi kerangka untuk menjawab tantangan masa depan, mulai dari kolaborasi lintas generasi hingga pemanfaatan teknologi yang berpusat pada manusia.

Melalui forum tersebut, Ashoka menekankan pentingnya peran komunitas sebagai agen perubahan aktif. Dengan mempertemukan changemaker lintas sektor dan generasi, summit ini diharapkan melahirkan solusi yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan, terutama bagi kelompok rentan.(Rls)

Komentar