oleh

Sepeninggal Suami, Umi Fatmah Jadi Sandaran Ratusan Anak Yatim Ponpes Riyadhus Sholihin

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Bagi ratusan santri di Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, sosok Hj. Fatmah Sungkar bukan sekadar pengasuh. Ia adalah “ibu” yang menghadirkan dekapan hangat, layaknya kepada anak kandung sendiri.

Sepeninggal sang suami, almarhum KH Ismail Zulkarnain, Umi Fatmah tetap teguh berdiri menjadi tumpuan bagi anak-anak yatim piatu. Ketegaran itu bukan tanpa alasan. Ia melanjutkan warisan cinta dan nilai-nilai kebaikan yang dahulu ditanamkan suaminya, yang selalu menempatkan anak yatim di barisan terdepan.

Baca Juga: Keren! Santri Ponpes Riyadhus Sholihin Raih Juara Umum Pesona Al Firdaus 2026

Bekal Akhirat di Balik Senyum Anak Yatim

Bagi Umi Fatmah, memuliakan anak yatim bukan sekadar kegiatan sosial. Lebih dari itu, ia menjadikannya sebagai prinsip hidup yang sarat makna.

“Memuliakan anak yatim bukan tentang hari ini, tapi tentang bekal kita di akhirat nanti,” ujarnya lembut.

Ia meyakini, setiap ketulusan yang diberikan akan berbalas keberkahan. “Kita bahagiakan mereka. InsyaAllah, setiap senyum mereka adalah doa diam untuk kita semua,” tambahnya.

Baca Juga: Ponpes Riyadhus Sholihin Mulai Pembangunan Gedung Sekolah 5 Lantai untuk Yatim-Dhuafa

Menjaga keberlangsungan Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin sekaligus memastikan anak-anak yatim mendapatkan tempat yang layak, menjadi cara Umi Fatmah mengobati rindu kepada almarhum suaminya. Baginya, melanjutkan perjuangan dalam mendidik dan mengasuh adalah wujud cinta yang paling nyata.

Kini, Riyadhus Sholihin terus menjadi rumah bagi anak-anak yatim piatu, tidak hanya dari Bandar Lampung tetapi juga dari berbagai daerah di luar Lampung. Di sana, mereka bukan hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga limpahan kasih sayang dari sosok “ibu” yang tak pernah lelah memperjuangkan masa depan mereka.

Ponpes Riyadhus Sholihin berlokasi di Kompleks Villa Mas, Jalan Dr Harun II, Gang Haji Agus Salim 1, Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Ponpes ini memberikan fasilitas gratis bagi ratusan santrinya, baik itu sandang pangan, tempat tinggal yang sangat layak, maupun pendidikan formalnya.(*)

Komentar