oleh

Dwita Ria Dorong Adaptasi Generasi Muda dan Digitalisasi Lewat Sosialisasi 4 Pilar

 

VoxLampung.com, Lampung Timur — Anggota MPR RI A-86, Ir. Dwita Ria Gunadi, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Toto Projo, Kabupaten Lampung Timur, Jumat sore, 6/2/2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat desa, tokoh pemuda, karang taruna, serta perwakilan pelaku UMKM lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Dwita Ria Gunadi menegaskan bahwa nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di tengah pesatnya arus digitalisasi dan menguatnya peran generasi muda.

Ia menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga dan mengaktualisasikan nilai kebangsaan di ruang digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk memperkuat persatuan, meningkatkan partisipasi sosial, serta mendorong kemajuan desa.

“Generasi muda hari ini hidup di era digital. Tantangannya bukan hanya menguasai teknologi, tetapi bagaimana tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dalam bermedia sosial dan aktivitas digital lainnya,” tegas Dwita.

Lebih lanjut, Dwita menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sarana strategis dalam pengembangan desa, mulai dari promosi UMKM, pemasaran produk lokal, hingga penyebaran informasi yang edukatif dan membangun. Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan amanat UUD 1945 dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman pandangan di ruang digital harus disikapi dengan sikap saling menghormati agar tidak memicu konflik yang dapat melemahkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda di era digital. Sejumlah pemuda Desa Toto Projo mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa 4 Pilar Kebangsaan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret dalam aktivitas digital dan kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mencerminkan antusiasme masyarakat Desa Toto Projo terhadap penguatan nilai kebangsaan yang adaptif, inklusif, dan selaras dengan perkembangan teknologi digital.(Rls)

Komentar