VoxLampung.com, Lampung Barat – PT PLN melalui program PLN Peduli memberi bantuan kendaraan listrik untuk perpustakaan keliling di Lampung Barat. Program tersebut merupakan upaya PLN untuk wujud kepedulian atas minat baca dan literasi masyarakat di Lampung Barat sekaligus mendorong ekosistem kendaraan listrik.
PLN Peduli memberikan bantuan motor listrik kepada Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) senilai Rp78 juta, sebagai upaya mendorong transisi ke energi bersih. Bantuan tersebut diberikan oleh Manager PT PLN (Persero) UPDK Bandar Lampung, Dwi Suprianto kepada Tim GLD.
Penyerahan bantuan disaksikan oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus pada 27 April 2022 lalu, di Gedung Serba Guna PLTA Besai.
Dalam sambutannya, Dwi mengatakan keberadaan PLTA Way Besai di tengah masyarakat tentunya harus memberikan imbal balik dengan berbagai program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Untuk itulah PLN Peduli hadir dan turut mendukung Program Pemerintah Daerah Lampung Barat.
“Bantuan yang diberikan melalui program TJSL semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga masyarakat merasakan kehadiran PLN menjadi lebih bermakna,” ungkap Dwi, berdasarkan rilis yang diterima media ini.
PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Way Besai dengan kapasitas terpasang sebesar 2 x 45 MW merupakan salah satu pembangkit EBT (Energi Baru Terbarukan) milik PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Bandar Lampung, yang berlokasi di Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat.
Pada kesempatan yang sama, Parosil mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PLN dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN yang turut memberikan andil bagi Lampung Barat
“Program yang diberikan PLN ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berdaya saing serta mendukung Peraturan Bupati Lampung Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Gerakan Literasi Daerah,” ujar Parosil.
Parosil menjelaskan bahwa kolaborasi antara PLN dengan Tim GLD sudah selaras dalam mewujudkan misi Lampung Barat. Hal itu karena untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem di mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat didukung penuh oleh Pemerintah Daerah dan perusahaan.
“Dengan menghadirkan perpustakaan keliling yang berbasis kendaraan listrik bukan hanya membantu dalam dunia pendidikan, tapi juga turut menjaga lingkungan lebih bersih karena kendaraan listrik lebih ramah terhadap lingkungan khususnya di Lampung Barat,” pungkas Parosil. (*)







Komentar