oleh

Reses, Abdul Hakim Dorong Kampung Karang Jawa Lamteng Jadi Kampung Sejahtera

VoxLampung.com, Lampung Tengah – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Komite IV, Abdul Hakim menggelar dialog dan serap aspirasi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Kampung Karang Jawa, Kecamatan Anak Ratu Aji, Lampung Tengah, Jumat, 16/4/2021.

Pada kegiatan itu, Abdul Hakim bersama Vittorio Dwison, Anggota DPRD Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan dalam rangka menjalankan amanah sebagai penyambung lidah rakyat dan mendengarkan secara langsung dari konstituen.

Abdul Hakim mengatakan, pertama dalam sejarah bangsa ini desa mendapatkan langsung dana bantuan dari APBN. Hal itu adalah bukti bahwa negara ingin benar-benar membangun desa.

Pada masa Pandemi Covid-19, negara hadir untuk bagaimana bisa menyelamatkan warganya, dan memberikan apa yang telah menjadi haknya. Maka dari itu, negara melakukan refocusing anggaran, demi menyelamatkan jiwa dan bangsa.

“Kita tentunya ingin segera kembali menjalani kehidupan yang normal, tentu nya nanti ada kebijakan yang dilakukan pemerintah, baik seperti refocusing anggaran sampai pembatasan pembangunan, dan tugas kami mendengarkan dan nantinya akan disuarakan aspirasi dari warga Kampung Karang Jawa ini,” Kata Abdul Hakim, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima hari ini.

BACA JUGA: Soroti Kasus Pembunuhan Usai Diejek via Whatsapp, Abdul Hakim Minta Orang Tua Awasi Anak

Abdul Hakim mendorong agar kampung tersebut menjadi kampung yang produktif dan mengembangkan potensi-potensi yang ada, sehingga masyarakat Kampung Karang Jawa lebih sejahtera.

Sementara itu, Kepala Kampung Karang Jawa Edi Harmoko mengatakan, adalah suatu kabanggaan kampung nya, menjadi salah satu kampung yang didatangi untuk diserap aspirasi. Dia berharap kedatangan rombongan DPD RI membawa keberkahan.

Vittorio Dwison, Anggota DPRD Provinsi Lampung menambahkan, kedatangan rombongan ke kampung tersebut adalah guna lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Walaupun jarak lumayan jauh, tapi inilah bentuk kami ingin bersama dan mendekat kepada seluruh lapisan masyarakat, sesungguhnya desa adalah pusat perekonomian bangsa ketika menjadi desa mandiri,” Ujar Vittorio. (*)

Komentar