VoxLampung.com, Bandar Lampung – Pegawai dari empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lampung melaksanakan kegiatan Donor Darah dan Plasma Konvelesen.
Kegiatan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 itu berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Bandar Lampung, Jumat pagi, 9/4/2021.
Adapun empat UPT tersebut yakni Lapas Narkotika Bandar Lampung, Rutan Bandar Lampung, Lapas Perempuan Bandar Lampung dan Rupbasan (Rumah Benda Sitaan Negara) Bandar Lampung.
“Kegiatan ini diikuti puluhan orang pegawai dari empat UPT,” Kata Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Bandar Lampung Arian Adiwibowo kepada VoxLampung.com, Jumat pagi.
Kendati donor darah khusus diikuti para petugas, dan tidak diikuti oleh para warga binaan, namun diharapkan kegiatan ini dapat membantu menambah stok darah di PMI Lampung.

“Harapannya juga, dengan kegiatan donor darah ini, seluruh pegawai bisa lebih sehat,” Imbuh Arian.
Sementara itu, Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Darah UTD PMI Pembina Provinsi Lampung Yulika Sugesty mengatakan, selama pandemi, memang stok darah PMI jauh di bawah normal seperti sebelum pandemi.
“Kegiatan donor darah di Rutan ini memang sangat bermanfaat buat kami. Karena setidaknya bisa membantu jumlah stok darah kami,” Kata Yulika.
BACA JUGA: Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57, Rutan Bandar Lampung Razia dan Tes Urine Napi, Ini Hasilnya
Dia menjelaskan, kebutuhan darah di PMI, untuk wilayah Bandar Lampung saja butuh 100-150 kantong darah. Kondisi ini dari awal Pandemi tidak pernah berubah. Sedangkan jumlah pendonor sangat sedikit.
“Jadi selama pandemi, kebutuhan yang 100-150 kantong itu tidak bisa dipenuhi, sehingga keluarga pasien (yang butuh darah) harus mencari pendonor darah,” Ungkapnya.
Saat ini, lanjut dia, stok beberapa jumlah golongan darah di bawah angka 10 kantong per golongan, sehingga jumlah ini benar-benar minim, dan sangat kurang jauh dari jumlah kebutuhan.
“Harapan kami kegiatan seperti ini (donor darah) mulai digalakkan kembali. Dulu sebelum pandemi banyak kegiatan ini, dan sekarang, dengan protokol kesehatan yang baik kegiatan donor darah sebenarnya tetap bisa dilaksanakan,” Pungkas Yulika. (*)







Komentar