VoxLampung.com, Bandar Lampung – Markas Besar (Mabes) Polri dikejutkan dengan penyerangan oleh seseorang terduga teroris. Pelaku yang diduga seorang perempuan menggunakan senjata api dan melepaskan tembakan beberapa kali. Namun aksi pelaku berakhir tragis lantaran dilumpuhkan polisi.
Pasca penyerangan di Mabes Polri tersebut, jajaran kepolisian Republik Indonesia termasuk di Markas Polda Lampung turut mengantisipasi, dengan meningkatkan pengamanan, melibatkan personel Brimob.
Pantauan VoxLampung di Markas Polda Lampung, sejumlah kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Terlihat personel dari Brimob Polda Lampung, Provos dan Personel kepolisian lainnya. Petugas menggunakan atribut seperti pakaian anti peluru, lengkap dengan senjata laras panjang.
Petugas juga memeriksa tiap kendaraan yang akan masuk melewati gerbang utama menuju area Markas Polda Lampung. Pintu gerbang juga ditutup menggunakan portal agak tidak ada pengendara yang lalu lalang bebas tanpa pemeriksaan.
BACA JUGA: Kotak Hitam CVR Sriwijaya SJ 182 Ditemukan, KNKT: Perlu 1 Minggu Baca Datanya
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jenderal (Brigjend) Subiyanto mengatakan, pihaknya meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengamanan bagi setiap orang yang hendak masuk. Tak hanya terhadap warga sipil, petugas kepolisian juga mesti izin kepada petugas jaga.
“Tingkatkan kewaspadaan, tingkatkan kontroling. Monitoring situasi melalui command center, tidak ada yang tidur, melakukan patroli body sistem. Pintu pagar gerbang harus ditutup, setiap keluar masuk, harus izin penjagaan. Memang seperti itu SOP nya,” Kata Subiyanto kepada awak media, Rabu malam, 31/3/2021.
Peningkatan kewaspadaan ini diberlakukan terhadap seluruh jajaran Polda Lampung hingga tingkat Polsek di Lampung.(*)







Komentar