oleh

Belum Diresmikan, Flyover Sultan Agung Sudah Dicorat-coret

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Belum diresmikan Flyover Sultan Agung ternyata sudah dicoret-coret oknum tak bertanggung jawab. Bagi sebagian masyarakat, aksi vandalisme tersebut sangat menjengkelkan.

Dari pantauan voxlampung.com, Minggu, 14/3/2021, coretan-coretan itu berupa grafiti di tembok flyover.
Terlihat gambar grafiti berupa betuk api dan tulisan berwarna hitam dan biru.

Anton, pengemudi ojek online yang kebetulan sedang berada di lokasi menjelaskan, coretan itu sudah ada sejak lama. Namun ia tak tahu kapan persisnya.

“Kalau itu sudah dari lama, kurang paham kerjaan siapa itu,” Jelas Anton.

BACA JUGA: Alumni Prakerja Bisa Dapat Bantuan Rp10 Juta Buat Usaha, Yuk Simak Caranya

Ia pun menyayangkan aksi yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab itu. Menurutnya, sebagai masyarakat mestinya turut menjaga keindahan aset daerah.

“Sayang aja sih, orang udah bagus-bagus kok malah dicorat-coret,” Pungkasnya.

Dwi Putri, warga Tanjung Senang juga mengaku kesal melihat flyover yang belum juga diresmikan itu sudah ternoda oleh tangan jahil.

“Kalau memang mau menggambar atau menyalurkan bakat, kan ada tempat lain. Atau tunggu saja nanti arahan dari Pemkot, misalnya ada program melukis flyover seperti sebelum-sebelumnya. Kan jadi lebih indah,” Kata Dwi.

Terpantau, sejak beberapa hari lalu flyover tersebut sudah dilalui kendaraan roda dua. Namun hari ini, jalan masuk flyover kembali ditutup dengan rambu. Meski demikian, ada saja pemotor nakal yang menerobos penutup jalan.

Rencananya, flyover senilai Rp35 Miliar itu bakal diresmikan oleh Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana pada akhir Maret mendatang. Saat ini pengerjaan flyover tersebut sudah hampir rampung 100%. Pada bagian bawah flyover juga sudah diaspal.

“Iya kalau pengerjaan fisik sudah rampung semua. Tinggal finishing saja, merapihkan dan membereskan area kontruksinya itu. Tapi kalau flyover nya memang sudah siap dan aman dilalui,” Kata pengawas pelaksana konstruksi PT Adiguna Anugerah Abadi, Sutarno, saat dihubungi. (Riduan)

Komentar