VoxLampung.com, Bandar Lampung – Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Salah satu dosen terbaik di Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila Dr ir Sulastri MP, tutup usia.
Sulastri meninggal dunia di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung, Rabu pagi, 6/1/2021. Putra kedua Sulastri, Setiaji Bintang mengabarkan kepergian sang ibunda melalui unggahan tulisan di instagramnya.
Berpulangnya Sulastri membuat keluarga besar Fakultas Pertanian berduka, terutama para mahasiswa dan para alumni Jurusan Peternakan.
Salah satunya Ichwan Adji Wibowo. Dia mengatakan, karakter Sulastri yang ia sebut “Ibunya Mahasiswa Peternakan” itu sangat membekas di hati para alumni Peternakan yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Lampung.
“Selamat Jalan Ibunya mahasiswa peternakan,” Tulis Ichwan di status facebooknya, Rabu siang.
Adji, sapaan akrab Ichwan Adji Wibowo, mengatakan, ia membaca kabar duka itu di grup whatsapp ISPI Lampung tadi pagi.
“Saya sangat kaget, tetiba menerima kabar memilukan, seorang ibu yang baik, anggota ISPI Lampung yang baik, Dr Ir Sulastri diinformasikan telah mendahului kita semua,” Ungkap Adji, yang kini menjabat sebagai Camat Telukbetung Selatan itu.
Bagi kami, lanjut Adji, para alumni peternakan Unila terutama sejak angkatan pertama sampai angkatan 90 an, Ibu Sulastri adalah “Ibunya mahasiswa peternakan”.
“Beliau bukan sekadar dosen atau guru yang ulet, tapi lebih dari itu, beliau juga seorang sahabat yang baik, teman yang menyenangkan, pembimbing yang tulus, seorang ibu yang ngemong. Di mata batinnya barangkali kami tidak cuma butuh ilmu, tapi juga butuh diayomi, butuh dibantu, butuh ditemani, butuh diarahkan,”
“Rasanya hampir alumni angkatan sebelum saya maupun sesudah saya semuanya mahfum dan sepakat beliau dosen yang baik, dosen yang telah telaten menabur kebaikan, sahabat yang tulus membersamai tiap kesulitan mahasiswanya, orangtua yang ikhlas membimbing anak-anaknya,”
“Rautmu selalu memancar keceriaan, semangat dan optimisme, wajah yang sumringah dan teduh itu akan selalu kami kenang,”
“Ibu. Selamat jalan. Kami amat tersentak dan kehilangan.Tapi kami yakin kebaikanmu akan menjadi wasilah diberikannya tempat yang mulia di sisi Sang Maha Pengasih. Kami bersaksi engkau orang baik. Kebaikan, ketulusan dan keikhlasanmu akan menjadi tauladan kami semua,”
“Allahuma firlaha warhamha waafiha wafuanha. Alfateha,” tutup Ketua PCNU Kota Bandar Lampung itu. (*)







Komentar