VoxLampung.com, Bandar Lampung – Mantan Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menikahi Rashda Diana, cucu pendiri Pesantren Modern Gontor Imam Zarkasyi. Akad nikah berlangsung di rumah pimpinan Ponpes Gontor, Minggu pagi, 03/01/2021.
Prosesi pernikahan sekitar pukul 09.00 WIB. Pernikahan tersebut dihadiri ketiga anak Din Syamsudin, dan dihadiri saksi dan keluarga inti kedua mempelai.
Menikah di usia yang tak lagi muda, Din Syamsudin dan Rashda Diana tentu memiliki kisah cinta tersendiri yang menarik diulas.
Baca juga: UM Pringsewu-ACT Lampung Kerjasama Program Lumbung Sedekah Pangan
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku mengenal baik Din Syamsuddin. Din baru saja melangsungkan pernikahan dengan cucu pendiri Pondok Pesantren Gontor, Rashda Diana.
“Dia adalah adikku yang sudah lama aku kenal sehingga aku tahu betul sifat dan budinya,” kata Anwar dikutip dari Merdeka.com, Minggu pagi.
Anwar menjelaskan, perjalanan cinta hingga ke jenjang pernikahan antara Din dan Rashda tidaklah sederhana. Diketahui, dari segi usia keduanya bukanlah sejoli muda-mudi. Din yang saat ini berusia 62 tahun, sebelumnya sudah pernah menikah sebanyak dua kali.
“Istrinya (yang pertama) Vira Beranata adalah mungkin satu-satunya orang di dunia ini, di samping ibu kandungnya tentunya, yang betul mengerti dan paham akan dirinya, yang mau menerima semua kelebihan dan kekurangannya,” ungkap Waketum MUI itu.
Namun diketahui, Vira lebih dulu dipanggil Tuhan. Din akhirnya menikah kembali dengan Novalinda. Anwar melihat Din senang dan bahagia bersama Novalinda. Tapi sayang, setelah beberapa tahun berkeluarga badaipun datang menerpa.
“Aku tahu bagaimana dia sebagai nakhoda telah berjuang keras menyelamatkan kapalnya. Mereka berpisah karena Allah dan bercerai juga karena-Nya. Mereka bicarakan secara baik walau harus berurai airmata,” ungkap Anwar.
Usai perceraian tersebut, muncul sosok Rashda. Menurut Anwar, sebagai pasangan yang tak lagi menikah di usia muda, keduanya sudah sepakat tidak mengejar dunia, tapi bagaimana mengisi hidup ini dengan sebaik-baiknya agar bisa berarti dan bermakna.
“Pernikahan keduanya tidak hanya untuk mereka saja, tapi juga untuk umat dan bangsa yang dimotivasi oleh keinginan untuk berbakti Kepada Allah SWT dalam rangka mendapatkan dan merengkuh ridho dari-Nya,” Tukas Anwar. (*)







Komentar