oleh

Densus 88 Sita 791 Kotak Amal Diduga Danai Terorisme Dari Sebuah Rumah di Way Halim

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menyita sebanyak 791 kotak amal yang diduga untuk menggalang dana terorisme. Kotak amal itu didapati di sebuah rumah, di Jalan Mahoni I, LK I, RT 06, Way Halim Permai, Way Halim, Bandar Lampung.

Kotak amal dengan berbagai ukuran itu bertuliskan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal (BM) Abdurahman bin Auf (ABA). Selain itu, tim Densus turut menyita sejumlah CPU Komputer, banner LAZ BM ABA, dan sejumlah data milik LAZ BM ABA.

Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, temuan ini merupakan buah dari upaya Tim Densus 88 yang tak kenal lelah dalam melakukan upaya penyelidikan, penyidikan, dan mengejar pelaku tindak pidana terorisme.

“Penyelidikan yang dilakukan Tim Densus 88 di Provinsi Lampung ini merupakan pengembangan dari adanya temuan kasus penggalangan dana menggunakan kotak amal, yang disinyalir untuk mendanai aksi terorisme maupun pengkaderan pelaku teror,” Kata Pandra kepada awak media, Rabu, 3/11/2021.

Pandra bilang, terduga pelaku penghuni rumah, merupakan simpatisan jaringan terorisme yang selalu menggalang dana, bahkan pengkaderan untuk jihad global, yang berafiliasi dengan kelompok radikal di dunia. Tiga orang terduga sebelumnya telah ditangkap di beberapa lokasi yakni di wilayah Pesawaran, dan Lampung Selatan.

“Kami tekankan kepada masyarakat, dari lingkungan terkecil dan semua komponen, untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Tentunya dengan kerjasama yang baik, untuk mengawasi aktivitas seseorang yang mencurigakan,” Ungkap Pandra.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Lampung, Salah Satunya Kepala Sekolah

Terpisah, Kepala Lingkungan I Kelurahan Way Halim Permai Panut Darwoko mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ihwal aktifitas LAZ BM ABA yang disinyalir melakukan penggalangan dana untuk terorisme. Pasalnya, selama ini LAZ BM ABA sering melaksanakan bakti sosial untuk warga sekitar.

“Karena kami tahunya ya hanya yayasan, sering memberi bantuan sosial kepada anak yatim dan warga. Dahulunya yang terpampang nama yayasan, lalu belakangan sering ada kegiatan seperti bekam dan lainnya,” Terang Panut.

Kendati demikian, Panut mengatakan, meski sudah menempati rumah itu selama empat tahun, namun pihak LAZ BM ABA memang tidak pernah berbaur dengan warga sekitar.(*)

Komentar