oleh

Usai Pecah Telor, Juwendra Asdiansyah Mulus Terbitkan Buku ke-2 “Pertengkaran Orang Baik”

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Jurnalis kawakan Lampung Juwendra Asdiansyah kembali menelurkan karya. Setelah buku pertamanya “Sekincau: Status-status Masa Pandemi”, kini Juwe, sapaan akrabnya, menerbitkan buku berjudul “Pertengkaran Orang Baik”.

Terbitnya buku ke dua ini menurut Juwe lebih mulus prosesnya ketimbang yang pertama. Pasalnya, untuk “pecah telor” menerbitkan buku perdananya pada Juli 2020 lalu, butuh puluhan tahun sejak ia mulai menulis. Kini, belum ada setahun, karya ke dua nya sudah lahir.

Berbeda dari buku pertamanya yang hampir 100 persen berasal dari status-status di media sosial yang dibuat selama pandemi, di buku ke dua nya ini, Juwe memadukan tulisan baru dan tulisan-tulisan lamanya yang selama ini tersimpan.

“Sebenarnya saya punya banyak harta karun, yaitu tulisan-tulisan lama yang sebagian sudah terpublikasi, tapi sebagian juga ada yang belum terpublikasi, dan ada yang belum jadi atau mangkrak bertahun-tahun,” Kata Juwe saat dihubungi VoxLampung Sabtu siang, 17/4/2021.

Tulisan-tulisan lama yang sudah mengendap puluhan tahun itu lantas dipilah dan dipilih yang masih relevan dengan situasi terkini. Tulisan yang belum jadi pun dirampungkan dan disempurnakan.

Juwe bilang, buku kedua nya ini memiliki tema yang beragam. Memang ada beberapa tulisan soal pandemi tapi tidak terlalu banyak.

“Karena pada titik tertentu, saya berpikir bahwa bicara pandemi ini seperti menggarami laut. Tidak banyak lagi orang yang tertarik dengan hal-hal yang membahas tentang pandemi,” Kata mantan Ketua AJI Bandar Lampung itu.

BACA JUGA: Resmi Rilis Trailer, Fast & Furious 9 Tayang Pada Juni 2021 Mendatang

Adapun benang merah antara buku pertama dan buku ke dua ini yaitu ada beberapa tulisan yang pernah ia unggah di Facebook selama masa Pandemi, yang turut dimasukkan ke dalam buku.

Awalnya, total ada 70 lebih tulisan yang bakal dimuat, terdiri dari tulisan lama dan tulisan baru. Tapi, setelah disusun ternyata terlalu tebal. Otomatis harga bukunya bakal terlalu mahal, dan mengurangi peluang pembeli. Lantas, jumlah tulisan dikurangi, hingga akhirnya kisaran 60 judul.

Ihwal judul Pertengkaran Orang Baik, pemimpin redaksi Duajurai.co itu mengaku bahwa sempat bimbang tatkala menentukan judul yang tepat. Hingga semua naskah hampir rampung, judul calon buku belum ketemu.

“Sempat terpikir memakai judul Sang Moderator. Tapi tidak ada stok tulisan dengan judul itu. Mau menulis khusus, khawatir tidak sempat. Akhirnya saya pilih beberapa judul artikel yang sudah siap dan tampak cukup kuat,” Ungkap Juwe, yang merupakan moderator kenamaan di Bumi Ruwa Jurai.

Namun, lanjutnya, judul kuat saja tidak cukup. Isinya pun harus bagus. Beberapa alternatif judul tersebut diposting di dua grup WhatsApp, dan Juwe meminta tolong anggota grup untuk memilihkan. Hasilnya, sebagian besar memilih judul Pertengkaran Orang Baik. Juwe pun cocok dengan pilihan itu.

Sampul Buku “Pertengkaran Orang Baik” Karya Juwendra Asdiansyah. | dokumentasi

Mantan jurnalis Sindo itu menjelaskan, Pertengkaran Orang Baik adalah judul esai pendek yang ia tulis dan publikasikan di media sosial pada 25 Agustus 2020. Idenya bermula dari keresahan melihat orang-orang baik sering bertengkar. Bertengkarnya pun kerap dengan sesama orang baik.

Juwe sendiri menyukai tulisannya itu. Esai Pertengkaran Orang Baik itu cukup membuat Juwe memeras otak, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari dirinya sendiri.

“Orang Baik kok bertengkar?
Apakah pertengkaran itu baik? Apakah mereka benar-benar orang baik. Baik tidak baik itu, jangan-jangan salah. Jangan-jangan bertengkar juga pada konteks tertentu menjadi baik,” Ujar mantan pimpinan TribunLampung itu.

BACA JUGA: Awas! Penipuan Modus Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website

Buku dengan sampul nuansa kuning emas itu saat ini sudah selesai dicetak dan dalam proses pengiriman dari Jakarta. Setibanya, buku itu akan segera didistribusikan, terutama kepada para pemesan pra jual atau pre order (PO). Buku itu sudah dilakukan pra jual pada 4-11 April 2021 lalu.

Sementara terkait peluncuran buku 300 halaman itu, sejatinya Juwe memang menginginkan ada acara peluncuran secara resmi. Namun, mengingat masih dalam masa pandemi, rencana itu sepertinya masih harus ditunda. Terlebih, Juwe selama ini adalah salah satu orang yang memiliki perhatian tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Kita lihat saja nanti, doakan saja semoga kondisinya jauh lebih nyaman. Karena membuat acara sesederhana apapun tetap mengumpulkan orang. Nanti dipikirkan lagi,” Pungkas Juwe.

Selamat atas terbitnya buku ke dua ini bang, semoga bermanfaat bagi pembacanya, dan ditunggu buku selanjutnya. (*)

Komentar