oleh

Kritik Media Tak Ditakuti, Imigrasi Bandar Lampung: Justru Jadi Kontrol Sosial

VoxLampung.com, Bandar Lampung — Kritik media terhadap sebuah institusi tak selalu harus dibalas dengan bantahan. Bagi Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Bandar Lampung, kritik justru menjadi bagian dari kontrol sosial dan ruang untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Sikap itu ditegaskan Pelaksana Harian Kepala Kanim Kelas I TPI Bandar Lampung, Fachruddin Romi Noviar Saputra, saat menggelar Media Gathering Kehumasan dan Capaian Kinerja Kanim Kelas I TPI Bandar Lampung Tahun 2026 di Akar Hotels & Resorts Lampung, Jumat (11/9/2026).

“Bagi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung, media adalah mitra strategis dalam membangun public trust. Kritik dari media kami pandang sebagai kontrol sosial. Pertanyaan dari media kami pandang sebagai ruang klarifikasi,” kata Fachruddin.

Menurutnya, hubungan antara institusi dan media tidak semata-mata soal publikasi kegiatan. Media juga memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap objektif dan menjadi jembatan antara institusi dengan publik.

“Pemberitaan yang objektif adalah jembatan untuk mendekatkan institusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Fachruddin bilang, institusi yang kuat bukanlah institusi yang tidak pernah mendapatkan kritik. Justru keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang lebih baik.

“Institusi yang kuat bukanlah institusi yang tidak pernah dikritik, melainkan institusi yang terbuka, mau mendengarkan, dan terus melakukan perbaikan,” tegasnya.

Kegiatan bertema “IMPACT 2.4 (Immigration & Media Partnership for Accurate Communication & Trust 2.4)” itu diikuti puluhan peserta. Mereka terdiri atas perwakilan media cetak dan elektronik, pemengaruh (influencer) lokal, serta para pengampu tugas kehumasan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian.

Kegiatan dikemas dalam sejumlah agenda, mulai dari laporan ketua panitia pelaksana, paparan capaian kinerja secara interaktif, gelar wicara bersama para kepala seksi, hingga diskusi dan sesi tanya jawab.

Melalui forum tersebut, Kanim Bandar Lampung berharap hubungan dengan media tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berkembang menjadi sinergi untuk mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan dan layanan keimigrasian.

Media juga diharapkan dapat membantu merumuskan narasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat, terutama terkait berbagai kebijakan serta layanan keimigrasian terkini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kanim Bandar Lampung memperkuat komunikasi publik dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi keimigrasian.

Kanim Bandar Lampung menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel, bagi masyarakat maupun warga negara asing.(*)

Komentar