oleh

YSC Indonesia-ICDI Taiwan Lakukan Studi Kelayakan Ketahanan Energi dan Adaptasi Panas Ekstrem di Pahawang

VoxLampung.com, Bandar Lampung – YSC Indonesia bersama International Climate Development Institute (ICDI) Taiwan dan Industrial Technology Research Institute (ITRI) Taiwan melaksanakan studi kelayakan (feasibility study) ketahanan energi dan adaptasi terhadap panas ekstrem di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada 27–31 Juli 2026.

Studi ini melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi tantangan, potensi, dan kebutuhan lokal dalam memperkuat ketahanan pulau kecil terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam studi kelayakan ini, YSC Indonesia berperan bersama ICDI Taiwan dan ITRI Taiwan dalam merancang dan melaksanakan proses kajian, mulai dari persiapan, pengumpulan data, hingga pelaksanaan asesmen lapangan.

Sejak Juni 2026, YSC Indonesia telah melakukan konsolidasi data sekunder, kajian regulasi dan dokumen perencanaan, pemetaan pemangku kepentingan, serta berkoordinasi dengan berbagai mitra untuk mendukung pelaksanaan studi.

Selama kajian lapangan, tim juga melakukan observasi, wawancara, dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi ketahanan energi dan tantangan adaptasi terhadap panas ekstrem di Pulau Pahawang.

Executive Director YSC Indonesia, Iffah Rachmi, mengatakan bahwa tantangan perubahan iklim memerlukan solusi yang dibangun melalui kolaborasi dan didukung oleh kajian yang berbasis bukti.

“Studi kelayakan ini tidak hanya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, tetapi juga memastikan setiap rekomendasi disusun berdasarkan kajian lapangan, data, dan perspektif masyarakat. Kolaborasi menjadi penting agar solusi yang dikembangkan tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal.”

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang diterima langsung oleh Rektor ITERA, Prof. Dr. Apt. Elfahmi, Pertemuan tersebut membahas kajian perubahan iklim di Provinsi Lampung, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terkait ketahanan energi dan serta ekosistem pesisir dan laut.

Universitas Lampung turut memaparkan aspek sosial, ketahanan pangan, dan keamanan lingkungan, sementara SDGs Center Universitas Bandar Lampung menyampaikan perspektif mengenai kebijakan dan rencana aksi pemerintah sebagai masukan dalam studi kelayakan.

Director of Project Development International Climate Development Institute (ICDI) Taiwan, Jessica Yang, menyampaikan bahwa Pulau Pahawang dipilih karena merepresentasikan tantangan yang dihadapi banyak pulau kecil di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, studi kelayakan menjadi langkah penting untuk memahami kondisi lokal secara menyeluruh sehingga rekomendasi yang dihasilkan dapat disusun berdasarkan bukti dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Diskusi kemudian dilanjutkan bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) untuk membahas aspek tata kelola, penguatan kelembagaan, serta pentingnya keterlibatan pemerintah dalam mendukung keberlanjutan rekomendasi yang akan disusun.

YSC Indonesia-ICDI Taiwan Lakukan Studi Kelayakan Ketahanan Energi dan Adaptasi Panas Ekstrem di Pahawang
YSC Indonesia dan ICDI Taiwan melakukan konsultasi dengan Pemkab Pesawaran terkait Studi Kelayakan Ketahanan Energi dan Adaptasi Panas Ekstrem di Pahawang. | Dok. YSC

Selanjutnya, tim melakukan konsultasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan organisasi perangkat daerah (OPD) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran terkait guna memperoleh masukan mengenai kebijakan, program pembangunan, dan kondisi wilayah. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan hasil kajian dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan daerah.

Kajian lapangan di Pulau Pahawang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pelaku wisata, perempuan, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Proses ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan data untuk memahami kondisi sistem energi, lingkungan, sosial ekonomi, serta tantangan dan kapasitas masyarakat dalam beradaptasi terhadap panas ekstrem.

Hasil studi kelayakan ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pengembangan upaya penguatan ketahanan energi dan adaptasi terhadap panas ekstrem di Pulau Pahawang. Temuan yang dihasilkan akan menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam mempertimbangkan pendekatan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta karakteristik wilayah pulau-pulau kecil.

Bagi ICDI Taiwan dan ITRI, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Taiwan di bidang ketahanan energi dan adaptasi perubahan iklim.

Hasil studi diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan inovasi dan kerja sama lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta karakteristik wilayah pulau-pulau kecil. Lebih dari itu, proses ini menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat dalam menghasilkan solusi berbasis bukti untuk mendukung ketahanan komunitas menghadapi perubahan iklim.(Rls)

Komentar