VoxLampung, Bandar Lampung – Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2022 menyelenggarakan Decoreus Tradition. Kegiatan bertajuk “Gelar Kreasi Lestarikan Tradisi” ini berlangsung di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Lampung, pada Sabtu, 15/7/2024.
Decoreus Tradition merupakan acara tahunan yang diadakan mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Tari Unila. Kegiatan ini juga sebagai bentuk output dari mata kuliah Koreografi Tradisi. Saat ini Decoreus Tradition sudah memasuki tahun keempat diselenggarakan.
Kegiatan yang juga dihadiri para Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari FKIP Unila yaitu Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari, M.Sn., dan Lora Gustia Ningsih, M.Sn., selaku dosen mata kuliah koreografi tradisi.
Jodi Chaniago selaku ketua produksi acara Decoreus Tradition menyampaikan, proses persiapan dan latihan dilakukan selama satu semester.
“Kami sudah menyiapkan acara dari jauh-jauh hari. Output ujian koreografi tradisi menampilkan karya tari kreasi baru yang diangkat dari tradisi. Pertama, kami mencari konsep dan sumber, dilanjutkan dengan proses penggarapan tari,” ungkapnya.
Terdapat sepuluh karya tari yang menghiasi panggung Taman Budaya yaitu Panga, Jejegh Telu, Bebai Tinung, Mit di Batu, Jak Melinting, Sejaloo, Cakkak Tayuhan, Si Ampang Limo, Bukha Khong, dan Gengsor.
Tari kreasi tersebut dipersembahkan kepada mahasiswa prodi pendidikan tari angkatan 2022 untuk memenuhi syarat ujian akhir semester (UAS) mata kuliah koreografi tradisi.
Penampilan kesepuluh karya tari ini sangat memukau para penonton, salah satunya Riska Milia. “Kagum, kaget, dan terpesona pada setiap tariannya. Setiap gerakannya memiliki makna dan emosi yang dapat dirasakan penonton. Dari segi tata rias, busana, dan penataan panggung membuat saya terpesona. Kostumnya juga mewah dan unik,” ungkapnya.(Rls)







Komentar