oleh

Semarak Festival Hari Santri di Ponpes Riyadhus Sholihin, Diikuti 600 Santri se-Bandar Lampung

VoxLampung, Bandar Lampung – Festival santri bertema “Bersama Santri Mewarnai Dunia” yang digelar oleh Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung berlangsung semarak. Festival ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bandar Lampung, Makmur, mengatakan, pihaknya memang mengimbau seluruh Pondok Pesantren mengadakan kegiatan-kegiatan positif untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional yang ke-8 tahun ini.

“Salah satunya di Ponpes Riyadhus Sholihin ini mengadakan Festival Hari Santri, yang diisi dengan berbagai lomba olahraga dan seni, seperti futsal, azan, ceramah, dan sebagainya yang melibatkan seluruh Santri di Kota Bandar Lampung,” kata Makmur saat ditemui awak media usai acara pembukaan festival di Ponpes Riyadhus Sholihin Bandar Lampung, Rabu, 18/10/2023.

Makmur menjelaskan, tema yang diangkat pada peringatan Hari Santri Nasional tahun ini yaitu “Jihad untuk kemajuan negeri”. Namun, jihad yang dimaksud bukanlah dalam arti mengangkat senjata di medan perang, namun jihad dalam meningkatkan kualitas diri.

“Jihad bukan mengangkat senjata saja ikut berperang, tapi jihad itu bagaimana memperjuangkan dari yang tidak cerdas menjadi cerdas, jadi yang tidak berilmu menjadi berilmu. Maka kami minta pada para santri untuk terus berjihad dan berjuang meningkatkan kualitas dirinya sehingga menjadi santri-santri yang mandiri dan berprestasi setelah keluar dari pesantren,” ungkap Makmur.

Pembukaan festival “Bersama Santri Mewarnai Dunia” di Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN). | VoxLampung

Sementara itu, Asisten II Pemkot Bandar Lampung Tole Dailami menyampaikan apresiasinya terhadap Ponpes Riyadhus Sholihin karena menyelenggarakan kegiatan berbagai lomba yang menambah semarak peringatan Hari Santri Nasional tahun ini. Tole turut menyampaikan salam dari Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana yang berhalangan hadir.

“Walikota mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Festival Hari Santri perdana di Ponpes Riyadhus Sholihin ini, karena yang dilombakan juga cukup lengkap sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas santri-santri kita. Dan kita berharap kegiatan ini terus berlanjut. Tahun depan kita harapkan ada lagi, bahkan diikuti jejaknya oleh Ponpes lain di Bandar Lampung ini,” ujar Tole.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bandar Lampung yang juga Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain mengatakan, pada festival ini, terdapat 16 perlombaan seni dan olahraga yang diikuti para santri dari Ponpes se-Kota Bandar Lampung.

“Kegiatan ini diikuti 70 Pondok Pesantren, dengan jumlah 600 peserta,” jelas kiyai yang akrab disapa Abah Ismail itu.

Ismail mengatakan, seluruh Pondok Pesantren di Kota Tapis Berseri berada di bawah naungan dan binaan Kemenag Kota Bandar Lampung. Kendati demikian, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga turut ambil peran dalam keberlangsungan Ponpes.

“Apa peran Pemkot untuk Pondok Pesantren? kebijakan Walikota Bandar Lampung Alhamdulillah luar biasa, Ponpes dapat bantuan dari APBD supaya Ponpes bisa hidup, bisa menjalankan roda perekonomiannya. Kami juga berterimakasih kepada Pemkot Bandar Lampung dan Kemenag yang telah memberikan semangat dan dukungan penuh kepada Festival Santri ini,” kata Ismail. (*)

Komentar