VoxLampung.com, Bandar Lampung – Derasnya arus informasi di ruang digital dinilai perlu diimbangi dengan sikap kritis dan bijak masyarakat agar tidak menjadi pemicu perpecahan.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II, Ir. Dwita Ria Gunadi, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Senin (29/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para tokoh masyarakat se-Kecamatan Waway Karya. Dalam kesempatan itu, Dwita Ria mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat, untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan di tengah derasnya informasi yang beredar melalui ruang digital.
Menurut Dwita Ria, perkembangan teknologi informasi memang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh maupun menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa maraknya berita bohong atau hoaks yang berpotensi memicu kesalahpahaman hingga perpecahan.
“Di tengah gempuran informasi saat ini, kita harus semakin bijak. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Dwita Ria.
Ia menyoroti banyaknya informasi yang sengaja disebarluaskan menggunakan narasi provokatif dan berpotensi memenuhi unsur DFK, yakni disinformasi, fitnah, dan kebencian.
Karena itu, masyarakat dinilai perlu memiliki kemampuan untuk memilah serta memeriksa informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain.
“Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran berita yang justru memecah belah. Perbedaan pilihan, pendapat, maupun latar belakang merupakan bagian dari kehidupan berbangsa. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga persatuan,” katanya.
Dwita Ria menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengajak para tokoh masyarakat yang hadir untuk menjadi teladan dalam menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, ketika menghadapi informasi yang belum terverifikasi, masyarakat perlu mengedepankan dialog dan tabayun, bukan langsung mempercayai atau menyebarluaskannya.
“Tokoh masyarakat memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Waway Karya tetap rukun, damai, dan solid. Jangan biarkan hoaks merusak persaudaraan yang sudah kita bangun,” pungkasnya.(Rls)






Komentar