oleh

Raffi-Nagita hingga King Nassar Meriahkan Lampung Financial Festival 2026, Edukasi Dikemas Fun

VoxLampung.com, Bandar Lampung — Edukasi soal keuangan tak selalu harus berlangsung serius dan kaku. Konsep itu yang diusung dalam Lampung Financial Festival 2026, yang memadukan edukasi, talkshow, inspirational talk, komedi, hingga konser musik.

Festival yang digelar selama dua hari ini menghadirkan sederet nama populer. Pada hari pertama, Jumat (4/9/2026), masyarakat Lampung dijanjikan kesempatan mendengarkan inspirational talk dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Prof Anggito Abimanyu.

Selain itu, ada pula inspirational talk dari CEO CT Corp Chairul Tanjung dan ada juga Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.

Keseruan kemudian berlanjut hingga malam hari melalui konser yang menghadirkan Charly ST12 yang kini dikenal sebagai Setia Band, dan sejumlah band lokal Lampung.

Pada hari kedua, giliran para bankir dari bank-bank BUMN yang akan hadir memberikan inspirational talk dan business talk. Masyarakat juga diberi kesempatan bertanya langsung kepada para narasumber.

Hari kedua juga akan semakin semarak dengan comedy show dari Marshel Widianto, kehadiran Giring Ganesha yang kini menjabat Wakil Menteri Kebudayaan, lalu Ketua Dewan Komisioner LPS Prof Anggito Abimanyu. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan King Nassar. Selain itu, akan ada sejumlah kejutan, termasuk kehadiran bintang tamu spesial.

Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia sekaligus penyelenggara, Wahyu Daniel, mengatakan konsep Lampung Financial Festival 2026 memang dibuat berbeda agar edukasi keuangan dapat menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih menyenangkan.

“Seluruh kegiatan ini betul-betul dipaketkan dengan angle yang cukup menarik. Kombinasi antara edukasi dan hiburan. Edukasi, kemudian ada talkshow, dan hiburan,” kata Wahyu.

Menurutnya, Lampung Financial Festival merupakan rangkaian lanjutan setelah kegiatan serupa digelar di Yogyakarta pada pertengahan tahun. Jika di Yogyakarta festival berlangsung selama tiga hari dan dilengkapi kegiatan lari, di Lampung acara dikemas selama dua hari.

CEO CT Corp Chairul Tanjung, mengatakan konsep festival sengaja dibuat semenarik mungkin agar masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik datang dan mendapatkan pengetahuan.

“Kalau bentuknya tidak menarik, pasti enggak ada yang datang. Makanya dikemas lah acara ini layaknya sebuah festival. Makanya Lampung Financial Festival,” ujar Chairul.

Menurutnya, materi keuangan dalam festival tersebut disampaikan dengan cara yang tidak terasa seperti proses belajar di ruang kelas.

“Yang memberikan knowledge itu juga dengan cara-cara yang sangat menyenangkan, tidak seperti dosen ngajar, tetapi dengan cara-cara yang menarik,” katanya.

Tak hanya soal literasi keuangan, Chairul mengatakan para tokoh yang hadir juga akan memberikan inspirasi mengenai perjalanan karier dan kehidupan.

Ia mencontohkan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang akan berbicara mengenai perjalanan dari dunia hiburan hingga menjadi pengusaha.

Pada hari kedua, Giring juga akan memberikan perspektif mengenai perjalanan dari seorang penyanyi hingga menjadi pejabat dan investor.

Chairul menilai konsep tersebut penting karena edukasi keuangan tidak hanya berbicara mengenai angka dan pengelolaan uang, tetapi juga bagaimana masyarakat, terutama generasi muda, mempersiapkan masa depan.

“Jadi, bukan cuma sekadar literasi di bidang keuangan, tetapi juga banyak yang memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda tentang bagaimana mereka itu bisa nanti punya masa depan yang lebih baik,” katanya.

Tak lengkap rasanya sebuah festival tanpa hiburan. Selain konser Charly Setia Band pada hari pertama, Chairul menyebut akan ada sejumlah bintang tamu dan artis lokal.

Bahkan, sejumlah nama seperti Desy Ratnasari disebut telah berada di Lampung untuk ikut memeriahkan rangkaian acara.

Sementara pada hari kedua, konser akan menghadirkan King Nassar. Chairul menyebut masyarakat Lampung dapat menikmati konser tersebut tanpa harus membeli tiket.

Lampung Dipilih karena Literasi LPS Masih di Bawah Nasional

Di balik kemeriahan festival, terdapat misi utama yang ingin dicapai, yakni meningkatkan literasi masyarakat mengenai keuangan, khususnya program penjaminan simpanan dan keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ketua Dewan Komisioner LPS Prof Anggito Abimanyu mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan bersama BPS dan OJK, tingkat literasi masyarakat terhadap penjaminan berada di angka 62 persen.

Namun, pengetahuan masyarakat mengenai LPS baru mencapai 46,3 persen.

“Secara nasional, itu 62 persen, berarti enam dari 10 orang tahu kalau dana masyarakat dijamin. Tapi yang lebih di bawah ekspektasi kami, ternyata hanya empat dari 10 orang yang tahu kalau yang menjamin itu adalah LPS,” kata Anggito.

Lampung, kata dia, termasuk daerah yang tingkat pengetahuan mengenai LPS masih berada di bawah rata-rata nasional atau underperform.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan LPS mendukung penyelenggaraan Financial Festival di Lampung.

“Kalau ditanya kenapa Lampung? Karena memang Lampung ini secara rata-rata di bawah nasional, pengetahuan mengenai LPS,” ujarnya.

Anggito mengatakan masih terdapat kesenjangan antara masyarakat yang mengetahui bahwa simpanan mereka dijamin dengan masyarakat yang mengetahui lembaga yang memberikan jaminan tersebut.

Bahkan, masih ada responden yang mengira penjamin simpanan adalah Bank Indonesia atau Bank Mandiri.

Karena itu, LPS menargetkan kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemeriahan acara. Setelah festival selesai, LPS akan kembali melakukan survei secara independen untuk mengukur dampak kegiatan terhadap tingkat literasi masyarakat.

Survei tersebut rencananya dilakukan sekitar satu minggu setelah acara dengan melibatkan lembaga independen dari kampus dan responden yang telah ditentukan.

Anggito mengatakan LPS sebelumnya telah melakukan evaluasi serupa setelah Jogja Financial Festival dan hasilnya menunjukkan kegiatan tersebut memberikan nilai tambah terhadap literasi.

“Kami harapkan Lampung rating-nya bisa naik,” katanya.

Edukasi Sudah Digelar Sebelum Festival

Upaya meningkatkan literasi masyarakat Lampung juga telah dilakukan melalui sejumlah kegiatan pendahuluan sebelum festival utama digelar.

Wahyu Daniel menerangkan pada Sabtu (29/8/2026), telah digelar sosialisasi melalui bazar UMKM di Lampung yang diikuti sekitar 500 peserta.

Sehari berikutnya, Minggu (30/8/2026), sosialisasi dilanjutkan melalui kegiatan senam bersama di Car Free Day Lampung dengan jumlah peserta sekitar 1.000 orang.

LPS juga menggelar program LPS Mengajar pada 2-3 September 2026. Edukasi dilakukan di SMA Negeri 8 Bandar Lampung, SMA Negeri 10 Bandar Lampung, SMA Negeri 5 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 9 Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut menghadirkan alumni yang kini bekerja di LPS dan diikuti total sekitar 700 peserta.

Pada Jumat (4/9/2026), rangkaian edukasi berlanjut melalui kuliah umum yang dihadiri Ketua dan Wakil Ketua LPS. Sosialisasi dilakukan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Lampung, Universitas Bandar Lampung, dan Universitas Teknokrat Indonesia.

Total peserta dari rangkaian kuliah umum tersebut mencapai sekitar 1.700 mahasiswa.

Menurut Wahyu, rangkaian kegiatan tersebut sengaja dilakukan agar sosialisasi Financial Festival dapat menjangkau masyarakat lebih luas, tidak hanya melalui acara utama.

Ribuan Orang Sudah Registrasi

Antusiasme masyarakat terhadap Lampung Financial Festival 2026 juga terlihat dari jumlah peserta yang telah melakukan registrasi.

Wahyu menyebut lebih dari 2.000 orang telah mendaftar untuk menghadiri acara pada masing-masing hari.

Promosi dilakukan melalui media massa sekaligus melalui berbagai kegiatan edukasi yang telah digelar sebelumnya.

Masyarakat umum diperbolehkan hadir, namun wajib melakukan registrasi karena kapasitas lokasi terbatas.

“Siapa saja boleh datang, tapi wajib registrasi agar tertib, mengingat tempat yang terbatas,” kata Wahyu.

Untuk masyarakat yang tidak dapat hadir langsung, rangkaian acara tetap dapat disaksikan melalui channel CNBC Indonesia maupun CNBC TV.

Pada malam hari, ballroom disebut mampu menampung lebih dari 5.000 orang dengan syarat telah melakukan registrasi.

Chairul Tanjung menambahkan, Lampung dipilih karena merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara. Sebelumnya, Medan telah menjadi lokasi Financial Festival pada tahun lalu.

“Sehingga masuk ke Sumatera kedua harusnya memang ada Lampung, dan tepatnya di Bandar Lampung,” kata Chairul.

Ia berharap kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat Lampung dan sekitarnya.

“Lampung mendapatkan kehormatan dan kebahagiaan. Jadi kalau dikasih kehormatan, dikasih kebahagiaan enggak mau menggunakannya, itu namanya kebangetan kalau kata orang,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026, LPS menjadi pihak utama, sementara Transmedia menjadi penyelenggara. CNBC Indonesia bersama seluruh media di bawah Transmedia turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Bagi Chairul, perpaduan edukasi dan hiburan menjadi kunci agar pesan literasi keuangan tidak terasa berat dan justru dapat dinikmati masyarakat.

“Intinya semuanya akan memberikan pengetahuan dengan cara-cara yang sangat menarik,” katanya.(*)

Komentar