oleh

Prof Anggito Abimanyu di Unila: Self Leadership Jadi Kunci Sukses Mahasiswa Hadapi Masa Depan

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau keterampilan teknis, tetapi juga oleh kemauan kuat dan kemampuan memimpin diri sendiri (self leadership).

Pesan itu disampaikan Prof. Anggito saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertajuk “Self Leadership: Sukses di Kampus dan Masa Depan” yang digelar Universitas Lampung (Unila), Jumat, 4/9/2026.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Anggito mengingatkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak pernah berjalan lurus. Setiap orang akan menghadapi tantangan, kegagalan, dan berbagai ujian sebelum mencapai tujuan yang diinginkan.

“Untuk menjadi sukses tidak ada jalan yang lurus. Semua akan melalui berbagai rintangan, ujian, bahkan mengalami kegagalan,” ujar Guru Besar UGM itu.

Ia menjelaskan, konsep self leadership yang diperkenalkan Charles Manz pada 1983 mencakup berbagai nilai dasar di antaranya kejujuran, kepedulian, kesadaran diri, motivasi, pantang menyerah, hingga sikap santun.

Menurutnya, kemauan untuk berhasil sering kali lebih penting dibanding sekadar memiliki keterampilan.

“Orang harus punya kemauan, kemampuan, bisa mengambil keputusan, dan memiliki keahlian,” kata dia.

Dalam pemaparannya, Prof. Anggito juga mengajak mahasiswa membangun karakter kepemimpinan. Meskipun, menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Ia lantas mengutip pernyataan pendiri Apple, Steve Jobs, yang menurutnya menggambarkan tantangan seorang pemimpin.

“Jika kau ingin membuat semua orang menyukaimu, jangan jadi pemimpin, jualan es krim saja.”

Sebab, satu saja kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, terutama seorang pemimpin, akan menjadi hal yang paling diingat, ketimbang kebenaran yang dilakukan.

Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus berani menentukan pilihan dan mampu menjelaskan alasan di balik keputusan yang diambil secara logis dan bertanggung jawab.

Mengambil contoh dari Tim Nasional sepakbola, Prof. Anggito mengatakan keberhasilan sebuah tim lahir dari kemampuan menyatukan individu dengan latar belakang klub sepakbola berbeda untuk mencapai tujuan bersama.

“Artinya, kamu tidak boleh pilih-pilih teman untuk menuju kesuksesan,” ujarnya.

Selain membangun karakter kepemimpinan, Prof. Anggito juga mengingatkan mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi dan memiliki keahlian khusus yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Menurutnya, kemampuan mengolah data menjadi salah satu keterampilan yang paling dibutuhkan saat ini, disusul bidang financial technology (fintech), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan machine learning.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah big data. Nomor dua financial technology. Yang ketiga AI dan machine learning. Anak-anak harus belajar itu,” katanya.

Ia membagi bekal yang harus dimiliki mahasiswa menjadi tiga hal utama, yakni soft skill, hard skill, dan kemampuan mengambil keputusan secara presisi.

“Yang penting pertama adalah soft skill. Soft skill itu keyakinan, itu yang namanya self leadership. Perbaiki sikapmu, jangan takut,” ujarnya.

Sementara untuk hard skill, mahasiswa perlu memperdalam bidang spesialisasi yang ditekuni agar memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja.

Prof Anggito Abimanyu di Unila: Self Leadership Jadi Kunci Sukses Mahasiswa Hadapi Masa Depan
Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof Anggito Abimanyu. | VoxLampung

Usai kuliah umum, Prof. Anggito menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Lampung Financial Festival yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Ia menilai mahasiswa tidak hanya perlu memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat untuk menghadapi persaingan dan tantangan karier di masa depan.

“Mereka harus punya sense of leadership, punya jiwa, punya hati yang kuat untuk menghadapi persaingan dan karier ke depan. Tapi juga harus punya ilmu supaya bisa bersaing,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai hubungan antara self leadership dan kemampuan mengelola keuangan pribadi, Prof. Anggito menegaskan bahwa seluruh keputusan dalam hidup, termasuk keputusan finansial, berawal dari kemampuan memimpin diri sendiri.

“Semua keputusan dan tindakan dimulai dari self leadership. Dimulai dari niat, kejujuran, keberanian, dan sopan santun,” katanya.

Menurut dia, ketika fondasi karakter sudah tertata dengan baik, seseorang akan lebih mudah mengembangkan ilmu dan membangun spesialisasi yang dibutuhkan.

Soft skill itu penting. Hard skill bisa dipelajari selama soft skill kita tertanam dan tertata dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani berharap materi yang disampaikan Prof. Anggito dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Semoga ilmu yang mahasiswa dapatkan dari Prof. Anggito bisa menjadi bekal setelah lulus dari Universitas Lampung,” ujar Lusmeilia.(*)

Komentar