VoxLampung.com, Lamteng – Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Dwita Ria Gunadi, terus mendorong penguatan pemahaman masyarakat terhadap 4 Pilar Kebangsaan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Moonbe Kafe and Resto, Bandarjaya, Lampung Tengah, Minggu (9/8) malam.
Kegiatan tersebut diikuti tokoh masyarakat, ketua kelompok tani (Poktan), serta agen dan pengecer pupuk. Hadir sebagai narasumber Dr. Febrianti, S.Pd., M.Pd., dan Sofiye Menie, S.H., M.H.
Dalam kesempatan itu, Dwita Ria menegaskan bahwa sosialisasi 4 Pilar bukan sekadar penyampaian materi kebangsaan, melainkan upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“4 Pilar jangan hanya menjadi pengetahuan yang didengar dalam forum. Nilai-nilainya harus membumi dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja, mengambil keputusan, bermasyarakat, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dwita Ria.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, pemahaman terhadap 4 Pilar perlu terus diperkuat melalui ruang-ruang dialog yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia menilai kehadiran tokoh masyarakat, ketua kelompok tani, hingga agen dan pengecer pupuk sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat serta berperan dalam menjaga hubungan sosial dan kepentingan bersama.
Dwita Ria mengatakan nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam membangun semangat gotong royong, keadilan, musyawarah, dan kepedulian sosial. Sementara UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan kehidupan bernegara, NKRI harus dijaga bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi pijakan dalam menghormati keberagaman.
“Implementasi 4 Pilar dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati orang lain, menjalankan tanggung jawab dengan baik, mengutamakan musyawarah, tidak membeda-bedakan masyarakat, serta menjaga kepentingan bersama,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya terkait persoalan politik dan keamanan, tetapi juga bagaimana menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi, perbedaan pandangan, serta dinamika sosial dan ekonomi.
Karena itu, menurutnya, upaya membumikan 4 Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Semangat kebangsaan harus hadir di tengah masyarakat. Kita ingin masyarakat tidak hanya hafal Pancasila, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilainya. Tidak hanya memahami NKRI, tetapi ikut menjaga persatuan. Tidak hanya mengetahui Bhinneka Tunggal Ika, tetapi mampu hidup berdampingan dalam perbedaan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan dialog bersama peserta. Berbagai pandangan serta pengalaman peserta menjadi bagian dari diskusi mengenai penerapan nilai-nilai 4 Pilar dalam kehidupan sehari-hari.
Dwita Ria berharap masyarakat Lampung Tengah dapat menjadi bagian dari penguatan nilai kebangsaan sehingga 4 Pilar tidak berhenti sebagai slogan, melainkan hadir nyata dalam perilaku dan kehidupan sosial masyarakat.
“Tugas kita bersama adalah menjaga agar nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat. Bangsa yang kuat bukan hanya dibangun oleh aturan, tetapi juga oleh masyarakat yang memahami, meyakini, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaannya,” pungkasnya.(Rls)







Komentar