VoxLampung.com, Buenos Aires – Kekalahan Tim Nasional Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 berujung kerusuhan di pusat Kota Buenos Aires, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Ribuan suporter yang memadati kawasan Obelisk untuk menyaksikan laga bersama meluapkan kekecewaan mereka hingga bentrok dengan aparat kepolisian.
Kericuhan terjadi tak lama setelah wasit meniup peluit panjang yang memastikan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina. Sejumlah suporter melempari petugas dengan botol, batu, dan berbagai benda lainnya. Massa juga merusak sejumlah fasilitas umum di sekitar Monumen Obelisk, ikon ibu kota Argentina.
Aparat Kepolisian Buenos Aires langsung mengerahkan personel antihuru-hara untuk mengendalikan situasi. Polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata, meriam air, serta peluru karet. Bentrokan berlangsung sekitar 20 menit sebelum kondisi berangsur kondusif.
Hingga Senin (20/7) waktu setempat, sedikitnya 15 orang telah diamankan terkait kerusuhan tersebut. Selain itu, sejumlah warga sipil dan tujuh anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan. Polisi masih menyelidiki insiden tersebut dan memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi anarkis.
Akibat kerusuhan itu, kawasan Obelisk dipenuhi pecahan kaca, batu, sampah, dan puing-puing. Beberapa ruas jalan menuju pusat kota sempat ditutup untuk memudahkan proses pengamanan serta pembersihan lokasi. Pemerintah Kota Buenos Aires juga mengimbau warga menghindari area tersebut hingga situasi benar-benar aman.
Di sisi lain, FIFA turut membuka penyelidikan atas insiden yang terjadi usai pertandingan final. Namun, penyelidikan tersebut berfokus pada keributan yang melibatkan sejumlah pemain di lapangan dan tidak berkaitan dengan kerusuhan suporter di Buenos Aires.
Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah takluk 0-1 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu. Hasil itu mengantarkan La Roja meraih trofi Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri ambisi Lionel Messi menutup karier Piala Dunia dengan mempertahankan gelar yang diraih Argentina pada edisi 2022.
Meski sempat diwarnai kerusuhan, situasi di Buenos Aires kini dilaporkan mulai berangsur normal. Aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya aksi susulan, sementara proses penyelidikan terhadap para pelaku kerusuhan terus berlangsung.(Fani)







Komentar