VoxLampung.com, Bandar Lampung — Pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal di Lampung mencapai 673.737 investor per April 2026.
Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi mengatakan, pertumbuhan investor pasar modal di Lampung berlangsung sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Pertumbuhan investor pasar modal di Lampung sangat pesat, dan kami melihat peluang ini cukup besar, sehingga kami optimis bahwa pertumbuhan investor pasar modal di Provinsi Lampung ini bisa terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Hendi dalam acara Media Gathering sosialisasi pasar modal yang digelar OJK di Grand Mercure Bandar Lampung, Selasa, 19 Mei 2026.
Data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun 2023 yang tercatat sebanyak 293.141 investor. Pada 2024 jumlahnya naik menjadi 313.328 investor, lalu melonjak menjadi 463.657 investor pada 2025, hingga akhirnya mencapai 673.737 investor pada April 2026.
Tak hanya investor pasar modal secara umum, jumlah investor saham di Lampung juga terus bertumbuh. Per April 2026, jumlah investor saham mencapai 208.423 investor.
“Kalau di Lampung juga kita lihat grafiknya cukup menggembirakan, terus mengalami pertumbuhan hingga saat ini di April 2026 sesuai data KSEI jumlah investor saham kita di 208.423 investor,” katanya.
Sementara itu, penambahan investor pasar modal di Lampung juga tercatat cukup tinggi. Pada 2023 terdapat penambahan 42.192 investor, lalu melonjak menjadi 207.133 investor pada 2024. Pada 2025 tercatat penambahan 150.329 investor dan kembali meningkat menjadi 210.080 investor hingga April 2026.
Untuk investor saham, kata Hendri, pertumbuhannya juga terlihat konsisten. Jumlah investor saham di Lampung tercatat sebanyak 87.990 investor pada 2023, naik menjadi 123.299 investor pada 2024, kemudian 185.728 investor pada 2025, dan mencapai 208.423 investor pada April 2026.
Hendi bilang, mayoritas investor di Lampung masih didominasi generasi muda. Berdasarkan data profil usia investor, kelompok usia 18-25 tahun mendominasi sebesar 38,4 persen, disusul usia 26-30 tahun sebesar 26,3 persen. Kemudian usia 31-40 tahun sebesar 22,2 persen dan usia 41-100 tahun sebesar 13,1 persen.
“Kalau kita lihat di Lampung memang masih didominasi oleh milenial. Gen Z atau milenial usia 18-25 dan 26 sampai 30 tahun ini kurang lebih sekitar 60 persen,” ujarnya.
Menurut Hendi, tingginya jumlah investor muda sejalan dengan banyaknya galeri investasi yang tersebar di Lampung. Saat ini terdapat 15 Galeri Investasi (GI) BEI di perguruan tinggi, dua GI di pemerintah kota/kabupaten, delapan GI desa, dan empat GI edukasi.
“Dari investor baru ini memang banyak mahasiswa yang mulai mengenal investasi. Karena investasi ini cukup menarik, tidak butuh banyak modal dan bisa disesuaikan dengan profil risiko,” katanya.
BEI Lampung juga mencatat profil investor berdasarkan pekerjaan masih didominasi karyawan swasta sebesar 35 persen. Disusul pengusaha 18 persen, pelajar 17 persen, kategori lainnya 17 persen, ibu rumah tangga 5 persen, PNS 4 persen, guru 2 persen, dan TNI/Polri 1 persen.
Menurut Hendi, peningkatan jumlah investor dari kalangan ASN terjadi setelah BEI bersama OJK aktif melakukan edukasi ke pemerintah daerah dalam tiga tahun terakhir.
“Bahkan tahun lalu kita sudah mengadakan kegiatan pembukaan rekening massal untuk ASN. Alhamdulillah 4 persen investor di Lampung ini adalah PNS,” ujarnya.
Ia juga menyoroti mulai meningkatnya minat investasi di kalangan ibu rumah tangga, termasuk di wilayah pedesaan.
“Di desa-desa kalau kita ketemu cukup banyak ibu rumah tangga. Jadi mereka sambil ayun anak sambil beli saham, sambil masak mereka beli saham,” katanya.
Selain jumlah investor, nilai transaksi pasar modal di Lampung juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga April 2026, total transaksi pasar modal telah mencapai Rp25,03 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Artinya potensinya masih sangat besar dan kita terus berupaya agar jumlah investor Lampung dan juga jumlah transaksi pasar modal ini bisa terus tumbuh di Provinsi Lampung,” kata Hendi.
Ia menambahkan, sebaran investor di Lampung saat ini masih didominasi Kota Bandar Lampung. Namun dalam lima tahun terakhir, BEI Lampung mulai memetakan daerah-daerah yang masih membutuhkan edukasi pasar modal agar pertumbuhan investor lebih merata di seluruh kabupaten/kota.(*)







Komentar