VoxLampung.com, Lampung Selatan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan pemangku kepentingan terkait meluncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di SDN 3 Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kamis, 9/4/2026.
Program ini menjadi bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar sejak dini.
KEJAR merupakan inisiatif strategis untuk menanamkan budaya menabung, mendorong kepemilikan rekening bagi pelajar, serta membentuk generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Mahat Santosa, mengatakan program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pelajar dalam mengelola keuangan. Selain itu, program ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan perbankan.
“Program KEJAR diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan pelajar sekaligus memperluas inklusi keuangan di daerah,” ujar Mahat.
Sementara itu, Plt. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Asrul Tristianto, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS, indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen, sedangkan literasi keuangan sebesar 66,46 persen.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan inklusi keuangan hingga 85 persen dalam jangka menengah dan mencapai 97 persen pada 2045. Program KEJAR menjadi salah satu langkah konkret untuk mencapai target tersebut, dengan partisipasi sekitar 14.000 pelajar.
Perwakilan OJK Provinsi Lampung, Imam Gozali, yang hadir mewakili Kepala OJK Otto Fitriandy, menyampaikan bahwa program KEJAR tidak hanya mendorong kebiasaan menabung, tetapi juga membangun kedisiplinan finansial sejak usia dini.
“Program ini menjadi sarana edukasi keuangan bagi pelajar agar terbiasa mengelola keuangan dan memiliki rekening sejak bangku sekolah,” jelasnya.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menegaskan bahwa investasi terbaik tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, termasuk karakter dan kecerdasan finansial.
“Program ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan, Program KEJAR diharapkan mampu memperluas akses keuangan serta membentuk generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.(Rls)







Komentar