VoxLampung.com, Bandar Lampung — Kodam XXI/Radin Inten (RI) akan membangun lima Batalyon Infanteri (Yonif) yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Pembangunan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mendukung pemerintah daerah, serta menekan angka kriminalitas.
Pangdam XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan lima batalyon tersebut akan dibangun di lima kabupaten berbeda di Lampung.
“Lima Batalyon Infanteri yang akan dibangun yaitu Yonif 888, Yonif 892, Yonif 943, Yonif 944, dan Yonif 945,” kata Kristomei, Senin, 13/4/2026, usai acara halal bihalal di Markas Kodam XXI/RI, Bandar Lampung.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan masing-masing batalyon yakni:
- Yonif 888 di wilayah Lampung Tengah,
- Yonif 892 di Way Tuba, Kabupaten Way Kanan,
- Yonif 943 di Desa Rajabasa Lama, Kabupaten Lampung Timur,
- Yonif 945 di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus,
- Yonif 944 di Raja Saibatin, Kabupaten Pesisir Barat.
Sementara itu, markas brigadenya akan berada di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Selain di Lampung, Kodam XXI/RI juga membangun dua batalyon tambahan di Provinsi Bengkulu, yakni di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara.
Lebih lanjut, Kristomei menyebutkan bahwa pembangunan markas dan fasilitas saat ini masih berlangsung. Di beberapa lokasi, seperti di Way Tuba, Way Kanan, pembangunan kantor telah rampung 100 persen, meskipun perumahan prajurit masih dalam tahap penyelesaian.
“Kehadiran batalyon infanteri di setiap wilayah diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, meningkatkan ketahanan pangan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan prajurit TNI juga akan difungsikan untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Prajurit akan rutin melakukan patroli guna mencegah tindak kriminal seperti begal, perampokan, dan kejahatan lainnya.
“Dengan penempatan pasukan yang lebih merata, diharapkan tingkat kriminalitas dapat ditekan dan stabilitas keamanan di wilayah Lampung dan Bengkulu semakin meningkat,” pungkasnya.(*)







Komentar