VoxLampung.com, Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung segera merealisasikan pembangunan Early Warning System (EWS) banjir di sejumlah titik rawan di Kota Bandar Lampung.
Langkah ini dipercepat menyusul peristiwa tragis yang menimpa dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hanyut terseret arus sungai di kawasan wisata Wira Garden, Rabu (1/4/2026), dan ditemukan meninggal dunia pada Kamis (2/4) di sekitar Pulau Pasaran.
Kejadian tersebut mendapat sorotan dari pegiat lingkungan sekaligus Direktur Lembaga Konservasi 21 (LK21) Provinsi Lampung, Edy Karizal. Ia menilai peristiwa ini harus menjadi peringatan serius, terutama bagi pengelola wisata berbasis sungai.
“Wisata yang berbasis sungai seperti Wira Garden wajib memiliki sistem peringatan dini atau Early Warning System. Dengan adanya EWS di bagian hulu, peningkatan debit air dapat terdeteksi lebih cepat sehingga proses evakuasi bisa dilakukan sebelum terjadi bencana,” ujar Edy.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Syawal, memastikan bahwa rencana pemasangan EWS telah dibahas bersama pihak terkait dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kita sudah lakukan pembahasan dan akan segera direalisasikan. Ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat banjir. InsyaAllah segera kita anggarkan,” kata Rudy, Kamis (2/4).
Ia menambahkan, pemasangan EWS akan difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan banjir di wilayah Kota Bandar Lampung.
Terkait pencarian dua mahasiswi yang hilang, Rudy menyebut tim BPBD Provinsi Lampung telah turun langsung ke lokasi untuk membantu proses pencarian bersama tim gabungan.
“Kami mohon doa dari masyarakat. Untuk keluarga korban, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini,” tutupnya. (*)




Komentar