VoxLampung.com – Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran hingga membunuh pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan itu. Dia menilai, serangan tersebut menunjukkan peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang berjalan disia-siakan.
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Iran di Markas PBB New York, Sabtu waktu setempat, Guterres menyoroti serangan AS-Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara AS dan Iran yang ditengahi Oman.
“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” kata Guterres, melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu, 1/3/2026.
Dia pun menyoroti adanya persiapan yang telah dilakukan untuk pembicaraan teknis di Wina, Austria, pada pekan depan. Pertemuan itu rencananya akan diikuti dengan babak baru pembicaraan politik sebagai kelanjutan dari negosiasi AS-Iran itu.
Minta Patuhi Hukum Internasional
Guterres kemudian mendesak deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di Timur Tengah, dengan semua pihak berkonflik hendaknya kembali ke meja perundingan.
“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” kata Guterres, dilansir Antara.
Menurut Guterres, semua langkah harus ditempuh untuk memastikan eskalasi tidak terjadi lagi. Dia mengakui telah menerima laporan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran secara terpisah telah berkomunikasi dengan mitra di Timur Tengah.
Guterres pun menyerukan semua anggota PBB untuk senantiasa mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, memastikan warga sipil terus dilindungi sesuai hukum humaniter internasional, dan menjamin keamanan nuklir.
Presiden Iran Tewas Diserang AS
Pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi gugur akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya. Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.
Sementara itu, Presiden Trump, dalam wawancara bersama CBS News, berseloroh bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” usai AS berhasil menewaskan Ali Khamenei.(*)







Komentar