VoxLampung.com, Bandar Lampung — Dalam rangka memperingati Hari Toilet Sedunia 2025, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Semester 7 Universitas Malahayati, membangun jamban sehat dan septic tank di fasilitas umum Perpustakaan Ceria Pesawahan. Perpustakaan tersebut berada di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung.
Pembangunan toilet sehat ini merupakan implementasi dari mata kuliah Teknologi Kesehatan Lingkungan yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan YSC Indonesia Foundation dan Pemerintah Kelurahan Pesawahan.
Dosen pengampu, Iffah Rachmi, menjelaskan bahwa sanitasi aman—termasuk toilet dan tangki septik—merupakan teknologi sederhana namun penting untuk mencegah pencemaran lingkungan, terutama dari kontaminasi tinja manusia. Ia berharap kegiatan ini melatih mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pembuatan tangki septik menggunakan cetakan serta penggunaan toilet hemat air.
Sementara itu, Kaprodi Kesehatan Lingkungan, Nova Muhani, menegaskan bahwa kampus harus hadir lebih strategis dan berdampak di masyarakat. Menurutnya, inovasi berkelanjutan di lapangan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Pesawahan.

Koordinator kegiatan mahasiswa, Ari Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung pada 17–28 November 2025. Mahasiswa bersama YSC Indonesia merancang desain teknis sejak awal. Toilet yang dibangun menggunakan model hemat air SATO yang mampu mengurangi penggunaan air hingga 80 persen dibandingkan toilet konvensional berleher angsa, mengingat wilayah pesisir kerap mengalami keterbatasan air bersih. Adapun tangki septik dibuat kedap dan dilengkapi sumur resapan dengan menggunakan cetakan dari puskesmas setempat.
“Harus kedap agar tinja tidak merembes ke tanah sehingga tidak mencemari sumber air,” ujar Ari.
Cindy Dwi Islami dari YSC Indonesia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan akses sanitasi aman di fasilitas umum. YSC juga memberikan edukasi terkait perawatan tangki septik dan toilet sehat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan kampus dalam upaya peningkatan sanitasi di Kelurahan Pesawahan. Ini proses belajar bersama bagi masyarakat maupun mahasiswa. Semoga kolaborasi ini terus memberi dampak positif,” kata Lurah Pesawahan, Musa Saleh.

Sanitasi Aman: Dari Komunitas ke Isu Global
Peringatan Hari Toilet Sedunia yang jatuh setiap 19 November bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya akses sanitasi layak. Hingga kini, sekitar 3,4 miliar orang di dunia masih hidup tanpa sistem sanitasi yang dikelola dengan aman. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya penyebaran penyakit menular, termasuk ribuan kematian balita setiap hari akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui sanitasi dan kebersihan yang baik.
Toilet dan tangki septik yang aman, seperti yang dibangun di Pesawahan, berperan penting dalam melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Fasilitas yang layak membantu mencegah kontaminasi air dan tanah, sekaligus menekan risiko penyakit seperti diare, kolera, dan infeksi lainnya.
Dampak Positif pada Komunitas Pesawahan
Hadirnya jamban sehat dan tangki septik kedap di lingkungan Perpustakaan Ceria Pesawahan memberikan akses sanitasi yang jauh lebih baik bagi warga setempat. Fasilitas ini menjadi modal penting untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan martabat masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa, YSC Indonesia Foundation, dan pemerintah kelurahan memperlihatkan bahwa peningkatan sanitasi dapat dimulai dari skala lokal. Langkah ini sejalan dengan tujuan global dalam penyediaan sanitasi aman bagi seluruh masyarakat.
Harapan & Implikasi ke Depan
Inisiatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain bahwa toilet bukan hanya fasilitas dasar, tetapi bagian dari hak asasi manusia serta penentu kesehatan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pembangunan semata, tetapi berlanjut melalui edukasi, pemeliharaan fasilitas, dan pengelolaan limbah yang teratur.
Dengan berkelanjutan, semangat Hari Toilet Sedunia dapat diwujudkan dalam aksi nyata—dari Pesawahan hingga seluruh pelosok negeri. (rls)







Komentar