oleh

Prof Rudy Daftar Bacarek Unila Usai Salat Jumat, Dikawal Elza Syarief

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Lampung (Unila), Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., dipastikan mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor Unila pada Jumat (28/8/2026) sekira pukul 14.00 WIB.

Pendaftaran pakar hukum lulusan Universitas Kobe, Jepang, itu dijadwalkan berlangsung selepas Rudy melaksanakan ibadah salat Jumat. Pergerakan Rudy bersama tim pendukungnya akan dimulai dari Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, kemudian beriringan menuju Gedung Rektorat Unila.

Yang menarik, proses pendaftaran tersebut akan turut dikawal pengacara nasional ternama, Elza Syarief. Ia dijadwalkan hadir mendampingi Rudy bersama rombongan tim pemenangan.

Bagi Rudy, langkah menuju bursa pemilihan rektor bukanlah perjalanan yang dimulai dari nol. Ia memiliki rekam jejak panjang di lingkungan akademik, khususnya di Unila.

Rudy pernah dipercaya menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila pada 2023–2024. Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila pada 2019–2023 dan sempat dipercaya sebagai Plt. Ketua LPPM pada 2023.

Ia juga pernah memimpin Pusat Studi Hukum dan Pembangunan Unila pada 2016–2023 serta menjadi Ketua Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila pada 2012–2016.

Selain rekam jejak di lingkungan kampus, Rudy merupakan alumnus SMAN 2 Bandar Lampung. Dalam kontestasi kali ini, ia juga disebut sebagai kandidat calon rektor Unila dengan usia paling muda dibandingkan sejumlah figur lain yang telah lebih dahulu mendaftarkan diri.

Dua Dekade di Dunia Hukum

Rudy lahir di Teluk Betung, 4 Januari 1981. Ia merupakan akademisi, peneliti, sekaligus praktisi hukum tata negara dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang hukum konstitusi, pembangunan hukum, perundang-undangan, serta tata kelola pemerintahan.

Pendidikan hukumnya ditempuh di Universitas Indonesia dan Kobe University, Jepang. Rudy meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Indonesia pada 2003.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan Master of Laws (LL.M.) bidang Law and Development di Kobe University pada 2005–2007, sebelum menyelesaikan Doctor of Laws (LL.D.) pada 2009–2012 di universitas yang sama.

Saat ini, Rudy tercatat sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila sekaligus Visiting Professor pada Law and Development Program, Kobe University, Jepang.

Bidang keahliannya meliputi Hukum Tata Negara, Hukum Pemerintahan Daerah, Hukum Perundang-undangan, Perancangan Peraturan Perundang-undangan, Konstitusi, Teori Hukum, Hukum Pemilu dan Pilkada, serta Perbandingan Tata Negara.

Di luar kampus, Rudy juga memiliki pengalaman di lembaga negara. Ia pernah menjadi Staf Ahli Perancangan Peraturan Perundang-undangan DPD RI pada 2015–2022. Saat ini, ia tercatat sebagai Kepala Divisi Akademik Pengurus Pusat APHTN-HAN dan Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Dosen HTN-HAN Lampung. Ia juga menjabat Ketua Komisi Hukum MUI Lampung sejak 2020.

Pengalamannya sebagai ahli hukum turut mewarnai perjalanan profesional Rudy. Dalam CV terbarunya, ia tercatat sebagai Saksi Ahli Presiden di Mahkamah Konstitusi pada 2026, narasumber Bimbingan Teknis Tenaga Ahli DPR oleh Badan Keahlian DPR pada 2026, serta narasumber ahli RUU Kepolisian pada 2026 dan RUU BUMN pada 2025.

Rudy juga pernah dipercaya sebagai Ketua Tim Ahli Prolegnas PPUU DPD RI pada 2024 serta terlibat dalam penyusunan dan harmonisasi berbagai RUU dan Prolegnas pada 2018–2021.

Aktif Meneliti dan Berkarya

Di bidang penelitian, Rudy tercatat terlibat dalam sejumlah penelitian kompetitif. Pada 2024, ia menggarap Model Integratif Pemulihan Bencana di Pesisir Lampung melalui pendanaan DIKTI senilai Rp135 juta.

Sementara pada 2020, ia mengembangkan Aplikasi OmniLaw untuk Penyederhanaan Legislasi melalui RISPRO LPDP dengan nilai pendanaan Rp1 miliar.

Sebelumnya, Rudy juga terlibat dalam penelitian Model Hukum Pengayoman untuk Menguatkan dan Memberdayakan Desa pada 2018–2019 serta Rekonstruksi Pembangunan Legislasi Berbasis Hukum Pengayoman pada 2016–2017.

Rudy tercatat sebagai penulis dan editor lebih dari 20 buku atau monograf serta artikel ilmiah nasional dan internasional. Sejumlah karyanya antara lain Civil Law Reforms in Post-Colonial Asia yang diterbitkan Springer pada 2019, Land Law and Dispute in Asia oleh Routledge pada 2021, serta Rekognisi Hukum Adat dan Masyarakat Hukum Adat yang diterbitkan Rajawali Press pada 2022.

Jejaring akademiknya juga tidak hanya berada di dalam negeri. Rudy aktif dalam Asian Law and Society, East Asian Law and Society Forum, dan Asian Law Institute (ASLI). Ia juga mengikuti berbagai program akademik dan konferensi di Jepang, Prancis, Malaysia, Singapura, India, dan Taiwan.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hukum, akademik, penelitian, legislasi, dan tata kelola perguruan tinggi, pendaftaran Rudy menambah dinamika dalam bursa pemilihan Rektor Unila.

Jumat siang nanti, langkahnya dari Masjid Al-Bakrie menuju Gedung Rektorat Unila akan menjadi awal resmi perjalanan Rudy dalam kontestasi tersebut.(*)

Komentar