oleh

Penyidik Polda Lampung Digugat Praperadilan

VoxLampung, Bandar Lampung – Sidang gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Sjahril Hamid digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Rabu, 29/5/2024. Sidang yang diajukan oleh pihak pemohon, Sjahril Hamid, dengan pihak termohon Penyidik Polda Lampung ini sebelumnya sempat batal.

Pada sidang praperadilan perdana ini, pihak pemohon menghadirkan keterangan saksi ahli hukum pidana Universitas Lampung Rainaldy Amrullah.

Kuasa hukum pemohon yang juga mantan Kabid Propam Polda Lampung, Usman Heri Purwono, menyayangkan adanya dugaan pembiaran dari penyidik atas laporan kliennya yang melaporkan terlapor (M), anak dari Suhari Hamid.

Pihak pemohon pun menduga adanya pelanggaran hukum dan ketidakhadiran saksi mantan lurah Nyunyai, Rajabasa (sekarang Camat Way Halim), di pengadilan.

Bahkan, Usman menuduh ada keterlibatan mantan lurah atau camat yang terlibat dalam kasus ini dan menyayangkan ketidak hadiran yang berangkutan dalam persidangan sebagai saksi.

Kekecewaan pihak pemohon juga dilontarkan Usman, bahwa dalam perkara lainnya, sebelumnya Sjahril Hamid sudah melaporkan terlapor M, anak kandung dari Suhari Hamid atas dugaan perkara dugaan pemalsuan dokumen tanah pada 16 September 2020 silam. Tanah dimaksud merupakan milik pemohon Sjahril Hamid.

Dengan pengajuan praperadilan ini, pihak pemohon berharap mendapatkan keadilan substansif dalam menguji keabsahan proses formil supaya dijalankan Polda Lampung.

“Yang jadi permasalahan adalah ada aparatur negara yang harus wajib hadir memberikan pelayanan kepada masyarakatnya dalam rangka menciptakan rasa keadilan, (tidak dilakukan) ini yang kita sesalkan, yaitu mantan Lurah Nunyai yang sekarang jadi Camat Way Halim. Bahkan kalau kita lihat dari bukti formil yang ada, ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan mantan lurah tersebut,” ungkap Usman.

Menanggapi jalannya sidang gugatan praperadilan atas pengajuan pihak pemohon, pihak termohon yakni penyidik Polda Lampung menyatakan bahwa dalam sidang pemohon tidak mengajukan saksi, namun menghadirkan ahli hukum.

Pihak Polda Lampung yang diwakili Kasubdit Bantuan Hukum Polda Lampung I Made Kartika, bahwa proses perkara ini sudah masuk P21. Di mana berkas perkara sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan dan sudah masuk pengadilan untuk selanjutnya disidangkan.

“Praperadilan yang barusan kita laksanakan adalah Pemeriksaan ahli yang diajukan oleh pemohon. Pembuktian terhadap saksi-saksi. Namun pemohon dalam hal ini hanya mengajukan ahli, tidak mengajukan saksi. Karena beban pembuktian itu harus pada orang yang mendalilkan permohonannya, namun, karena pemohon tidak mengajukan saksi, maka kami tidak mengajukan saksi,” jelasnya.

Sidang gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Sjahril Hamid sebagai pemohon dengan pihak termohon penyidik Polda Lampung, yang dipimpin Majelis Hakim Dedi Wijaya, dilanjutkan pada 3 juni 2024, mendatang.(Ar)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Rekomendasi