VoxLampung, Tanggamus โ PT Tirta Investama Tanggamus, melalui mitra Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), melaksanakan kegiatan edukasi “SAMTAKU” (Sampahku Tanggung Jawabku) di SMA Negeri 1 Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.
Acara yang diikuti 148 siswa dan guru ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, serta mendorong sekolah untuk mengimplementasikan kegiatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Aktivitas di lingkungan sekolah tidak lepas dari produksi sampah, baik dari kantin maupun aktivitas belajar mengajar. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan permasalahan sampah di sekolah dapat diatasi dengan efektif.
Berdasarkan data tahun 2023, jumlah timbulan sampah di Kabupaten Tanggamus mencapai lebih dari 230 ribu ton. Jumlah ini menambah beban pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalimiring, satu-satunya tempat pembuangan sampah akhir di Tanggamus.
Kegiatan edukasi SAMTAKU ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAN 1 Gunung Alip menyampaikan terima kasih kepada PT Tirta Investama Tanggamus dan Aqua Danone atas inisiatif yang sangat bermanfaat ini.
“Terimakasih atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini, yang telah memberikan wawasan sadar lingkungan kepada siswa SMAN 1 Gunung Alip. Semoga dapat terus berkelanjutan hingga sekolah dapat memiliki unit pengelolaan sampah,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Bidang Kesiswaan juga turut hadir dan menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Mereka berharap program edukasi ini dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah di kalangan siswa dan staf sekolah.
Sejak tahun 2019, program SAMTAKU telah dilaksanakan dengan menyasar lembaga pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Tanggamus. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan sampah, pemilahan, hingga daur ulang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul perubahan sikap dan perilaku di kalangan siswa terhadap sampah. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
PT Tirta Investama Tanggamus bersama Yayasan Konservasi Way Seputih berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa di masa depan. Mereka percaya bahwa edukasi lingkungan sejak dini adalah langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan demikian, pengelolaan sampah yang baik di sekolah diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi beban TPA dan menjaga kelestarian lingkungan Kabupaten Tanggamus.(Rls)







Komentar