oleh

Asiknya Ngabuburit Ala Santri Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Bandar Lampung

VoxLampung, Bandar Lampung – Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Bandar Lampung punya cara tersendiri untuk mengisi waktu di Bulan Ramadan. Sembari menunggu waktu berbuka puasa, alih-alih berburu takjil atau jalan-jalan sore, mereka lebih memilih memanfaatkan waktu untuk mengaji dan menghafal Alquran.

Selama Ramadan, kegiatan para santri dipenuhi dengan ibadah, mengaji, dan menghafal Alquran mulai pagi setelah salat subuh hingga menjelang berbuka puasa. Malamnya, mereka tarawih bersama dan tadarus, serta melakukan salat tahajud.

Seperti yang dilakukan Ahmad Aqil Hidayah dan Fahrizal Hamzah, dua di antara 300 santri Ponpes Riyadhus Sholihin. Menjelang waktu berbuka puasa, keduanya tampak asik membaca Alquran di sebuah gazebo, di lingkungan Ponpes setempat.

Para santri memang diberi waktu untuk membaca Alquran secara mandiri, di luar jadwal pengajian dari para pembimbing dan pengasuh pondok. Kegiatan membaca dan menghafal Alquran memang lebih intensif selama Bulan Ramadan.

Kendati demikian, tidak hanya kegiatan keagamaan, sejumlah kegiatan lain juga dilakukan oleh para santri di Bulan Suci ini, seperti olahraga futsal yang kerapkali dilakukan di lapangan Ponpes setempat.

Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin Bandar Lampung KH Ismail Zulkarnain mengatakan, pihaknya memberikan reward atau penghargaan berupa uang tunai kepada santri yang telah khatam Alquran lebih dari 5 kali di Bulan Ramadan ini. Bagi santri yang khatam minimal 5 kali, maka berhak mendapatkan uang Rp500 ribu.

“Jadi kalau khatam 6 kali, ditambah lagi Rp100 ribu, begitu seterusnya. Jadi lebaran itu anak-anak bisa bawa pulang uang jutaan rupiah ke rumah untuk diberikan ke orang tuanya,” kata Abah Ismail di Ponpes Riyadhus Sholihin, Kamis, 14/3/2024.

Menurut Abah Ismail, meski Ramadan baru berjalan tiga hari, namun sudah banyak santri yang khatam Alquran 3-4 kali. Per hari, santri minimal satu kali khatam.

“Mereka bisa karena menjalankannya dengan ikhlas. Kalau tidak ikhlas tidak bisalah. Ibadah itu butuh ketaatan, hati yang bersih dan ikhlas, jadi enteng menjalankannya,” ungkapnya.

Di bulan suci Ramadan ini, Abah Ismail menargetkan kepada para santri agar dapat meningkatkan ketakwaannya, meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak hapalan Alquran.

“Jadi terawih nya dikencangin, tahajud dikencangin. Selama Ramadan ibadahnya harus semakin ditingkatkan karena amalan beribadah di bulan Ramadan ini Allah berikan 70x lipat. Jadi sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan salat tahajud, terawih, tadarus dan ibadah lainnya,” katanya.

Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Bandar Lampung itu menambahkan, di penghujung Ramadan nanti, para santri akan dibelikan baju lebaran dan peralatan ibadah baru seperti mukena, sarung, dan sajadah. Selain itu, mereka juga akan diberikan uang tunai untuk dibawa pulang ke rumah orang tua masing-masing. Diharapkan uang tersebut dapat bermanfaat bagi keluarga santri dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Alhamdulillah ini memang rutin kami lakukan setiap tahunnya. Jadi santri pulang ke rumah bukan untuk meminta uang, tetapi membawakan uang untuk keluarganya lebaran. Kami ingin semua santri dapat berlebaran dengan keluarga masing-masing dengan sukacita,” imbuh Abah Ismail.(*)

Komentar