VoxLampung, Bandar Lampung – Sektor pertanian, transportasi dan jasa pendidikan mengalami kontraksi kredit pada tahun 2023. Tiga sektor ini cukup menahan laju pertumbuhan kredit di Provinsi Lampung.
Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab terkontraksi pertumbuhan kredit di tiga sektor tersebut. Untuk sektor pertanian, yang pertama adalah terkait masalah gangguan cuaca, adanya banjir di awal tahun, dan juga badai El-Nino.
“Tiga faktor itu kemudian berdampak pada masa tanam dan produktivitas pertanian,” kata Bambang dalam acara media update pemaparan kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Triwulan IV tahun 2023, di Ballroom Hotel Golden Tulip Bandar Lampung, Rabu, 28/2/2024.
Kemudian faktor kedua penyebab kontraksi sektor pertanian adalah adanya aksi korporasi di Lampung untuk melakukan konsolidasi kredit, di mana yang sebelumnya dilakukan oleh perusahaan sendiri-sendiri. Begitu ada holding, sejumlah perusahaan tersebut melakukan pengalihan kredit melalui holding.
Selanjutnya pada sektor transportasi, terjadinya kontraksi kredit ini karena ada pengalihan kredit korporasi, yang dialihkan ke Jakarta, sehingga portofolionya bukan lagi menjadi portofolio dari Lampung.
Sementara untuk sektor jasa pendidikan, faktor penyebabnya lebih kepada pembiayaan proyek yang ada di Provinsi Lampung, yang kemudian tidak ada penambahan lagi proyek yang lain pada 2023.
“Sehingga lebih kepada, project ini akhirnya kan harus mengangsur, sehingga dari waktu ke waktu turun. Jadi lebih kepada penurunan itu karena ada pelunasan angsuran secara berkala, sesuai dengan jadwalnya,” jelasnya.
Kendati demikian, Bambang menjelaskan, kinerja berupa penyaluran kredit perbankan Lampung di triwulan IV tahun 2023, mengalami peningkatan sebesar 1,07 triliun atau 1,39% jika dibandingkan dengan periode triwulan IV tahun sebelumnya, yakni dari sebesar 76,80 triliun menjadi sebesar 77,86.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit di sektor penerimaan kredit bukan lapangan usaha atau yang lebih bersifat konsumtif yakni naik 30 triliun atau tumbuh 5,09%,” ungkap Bambang.
Kemudian, juga ada sektor perdagangan besar dan eceran lain 17,5 triliun atau tumbuh 1,43% dan sektor perantara keuangan naik 4,91 triliun atau tumbuh 9,33%, serta industri pengolahan naik 4,8 triliun atau tumbuh 9,8%.
Sementara, jika dilihat quarter ke quarter atau tahun sebelumnya, peningkatan pertumbuhan kredit ini adalah 1,95%, untuk dana pihak ketiga di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,4 triliun meningkat 2,31% dari 61,7 triliun menjadi sebesar 63,16 Triliun.(*)







Komentar