VoxLampung, Bandar Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melakukan Penandatanganan Implementation Agreement (IA). Adapun IA merupakan dokumen yang memuat rincian rencana implementasi kegiatan kerja sama berdasarkan MoU/MoA yang telah disepakati sebelumnya.
Pada pertemuan ini, Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unila yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Kimia berkesempatan melakukan diskusi dengan UTM yang juga diwakili oleh dosen dari Faculty of Social Sciences and Humanities (FSSH).
Adapun empat orang dosen dari UTM adalah Assoc. Prof. Ts. Dr. Nor Hasniza Ibrahim (Dosen Pendidikan Biologi), Dr. Norfarahwahidah Abdul Rahman (Dosen Pendidikan Fisika), Dr. Muhammad Ikram Zakaria (Dosen Pendidikan Matematika), dan Dr. Chuzairy Hanri (Dosen Pendidikan Kimia).
Kegiatan ini diawali dengan diskusi oleh masing-masing program studi untuk merumuskan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan untuk direalisasikan pada tahun 2024, yang kemudian dilakukan penandatanganan IA antar program studi yang diketahui oleh para Dekan masing-masing pihak.
Mengenai kegiatan yang direncanakan oleh masing-masing program studi untuk dilaksanakan pada tahun 2024, untuk Pendidikan Matematika, ada sejumlah poin kerja sama.
Berdasarkan data yang diterima media ini, pertama, yakni kerja sama bidang penelitian akan dilakukan melalui riset bersama. UTM akan menyediakan data primer dan sekunder untuk melengkapi data berdasarkan instrumen penelitian, dengan target waktu 2 minggu.
Kegiatan akan ditindaklanjuti dengan penulisan artikel luaran penelitian dengan target jurnal internasional Scopus antara Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNILA dan FSSH UTM. Biaya publikasi menjadi tanggung jawab FSSH UTM.
Sementara kegiatan penelitian rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2024, di mana pihak FSSH UTM merencanakan penelitian lanjutan dengan pihak FKIP UNILA. Akan tetapi, berkaitan dengan pembiayaan sedang dibicarakan untuk memperoleh kesepakatan bersama.
Kedua, adalah kerja sama bidang pendidikan dengan menyeleggarakan visiting lecture (kuliah tamu) dengan sasaran mahasiswa postgraduate atau undergraduate. Sebelum dilaksanakan, kegiatan perlu ditindaklanjuti dengan melihat mata kuliah dan topik yang bersesuaian.
Kegiatan kuliah tamu akan dilakukan sebanyak 30% dari total pertemuan secara online atau sebanyak 4 kali pertemuan dari 14 kali pertemuan dalam satu semester. Kuliah dosen tamu dapat dilaksanakan 50% dari total pertemuan yang ada. Berkaitan dengan pembiayaan akan ditanggung oleh institusi yang mengundang dosen tamu.
Ketiga, kerja sama bidang pendidikan dengan menjadi pembimbing tugas akhir (tesis) mahasiswa. Keempat, kerja sama bidang pengabdian yaitu community service.
Sementara itu, untuk Pendidikan Fisika, ada sejumlah kerja sama, yakni terkait Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Benchmarking Program Fizik, Dosen Tamu, kunjungan industri, Benchmarking curriculum untuk postgraduate S2 Pendidikan Fisika, penjaminan mutu oleh koordinator, dan kerja sama terkait publikasi.
Kemudian, untuk Pendidikan Biologi, ada kerja sama terkait visiting lecturer matakuliah, seminar mahasiswa, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tema STEM-activity, dan pelaksanaan pertukaran pembahas atau penguji mahasiswa pada bulan Juni 2024.
Lantas, untuk Pendidikan Kimia, ada kolaborasi penelitian pada fokus STEM-PjBl dan STEM-PBL, pembentukan badan khusus yang menangani kegiatan student mobility, pelaksanaan international guest lecturer pada Mata kuliah UTM.
Kemudian, terkait pelaksanaan mini research oleh mahasiswa ke sekolah-sekolah. Research mengenai bahan kajian HOTs, Saintific Skill, Behavior (sikap), Bentuk Mix Method.
Lalu, kegiatan Service Learning (PKM) berupa hasil penelitian research Assessment (berdasarkan hasil mini research oleh mahasiswa) yang selanjutnya akan diseminarkan bersama Guru-Guru di Malaysia (PLC, JKD) dan di Unila (MGMP, AGKI).
Terakhir, kerja sama terkait kegiatan pertukaran Penguji Skripsi/ Disertasi (UTM). Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini rencananya dilaksanakan mulai Juni untuk Dosen UTM menguji skripsi mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP Unila, dan pada Juli 2024 nantinya Dosen Unila menguji mahasiswa Pendidikan Kimia UTM.(Rls)







Komentar