oleh

Lampung Jalur Rawan, Kepala BNN RI: Tak Ada Kampung yang Bebas Narkoba di Indonesia

VoxLampung, Bandar Lampung – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menaruh perhatian cukup besar terhadap kasus penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Lampung. Pasalnya, berdasarkan data Indonesia Drug Report 2023 di Provinsi Lampung tercatat memiliki 874 kawasan rawan dan menempati urutan ke-3 provinsi di Indonesia dengan kawasan rawan terbanyak setelah Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose mengatakan, kasus Narkotika di tanah air sudah sangat membahayakan lantaran telah menyebar di semua lini masyarakat. Tak hanya di kalangan menengah atas, tetapi juga di kalangan bawah.

“Tidak ada satu kampung pun yang bebas dari Narkoba di Indonesia ini, yang terlibat dari berbagai pihak, ada aparat TNI, Polri, PNS, mahasiswa, pelajar, ” kata Petrus Reinhard Golose dalam acara Dialog Kepemudaan di Swiss-belhotel, Jalan Rasuna Said, Bandar Lampung, Rabu, 18/10/2023.

Dari total 270 ribu tahanan yang ada di Indonesia, sebanyak 51% dari mereka merupakan tahanan kasus Narkotika. Bahkan di Lampung, persentase tahanan kasus Narkotika melampaui angka nasional.

“Tahanan Narkotika di Lampung diatas angka nasional yaitu di angka 57%,” ungkap Golose.

Dalam kurun waktu 2021-2023, pengungkapan Narkotika di Bumi Ruwa Jurai oleh BNN RI, BNN Lampung, dan Polda Lampung total sebanyak 1,13 ton Shabu, sebanyak 53,56 ton Ganja, dan 90,906 butir ekstasi.

“Sebenarnya Lampung bukan tempat distribusi Narkotika, tetapi banyaknya pengungkapan Narkotika itu karena Lampung ini adalah jalur dari Narkotika khususnya Ganja dari Aceh dan Shabu dari Myanmar dan juga dari berasal dari The Golden Crescent,” kata dia.

Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose. | VoxLampung

Dengan adanya Dialog Kepemudaan Nusantara dan Deklarasi Anti Narkoba, diharapkan dapat meminimalisir peredaran gelap Narkotika, dan dapat membawa para pengguna untuk direhabilitasi agar bisa disembuhkan dan diajak membangun bangsa.

“Kunjungan di Lampung ini dalam rangka meningkatkan ketahanan dan bagaimana perlawanan dari rakyat. Kami sebagai pemimpin institusi dalam hal penanggulangan penyalahgunaan Narkotika, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan tentunya dengan kepolisian dan TNI, ini yang selalu kami gelorakan untuk mengelominir peredaran Narkoba,” imbuh jenderal yang menjabat sebagai Kepala BNN RI sejak 23 Desember 2020 itu.

Sementara itu, Deputi Pencegahan BNN RI dr Richard M Nainggolan bilang, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini adalah ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kita harus mempersiapkan
generasi muda sebaik mungkin, juga diperlukan peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan anak-anak muda di masa
sekarang guna mengimbangi pesatnya perkembangan zaman di masa yang akan datang.

“BNN selalu menggelorakan war on drugs, bersinergi dengan seluruh elemen bangsa membangun kekuatan besar dalam melawan Narkoba,” katanya.

Acara dihadiri oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan sekitar 500 peserta, di antaranya dari Forkopimda dan jajaran BNNP dan BNNK di Provinsi Lampung, Purna Paskibra Ondonesia (PPI) Provinsi Lampung, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Lampung, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung, serta Gerakan Pemuda Peduli Anti Narkoba (GPAN) Lampung.

Dialog yang mengusung tema
“Strategi War on Drugs menuju Indonesia Bersinar (bersih narkoba)” itu juga diisi dengan kegiatan Deklarasi Anti Narkoba yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Selain itu, Kepala BNN RI juga sempat memberikan sejumlah hadiah sepeda dan handphone kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan benar. Tak hanya itu, Kepala BNN RI juga mengapresiasi empat orang Pemuda yang dapat melafalkan bunyi UUD 1994 dengan lantang dan lancar.(*)

Komentar