VoxLampung, Bandar Lampung – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober mendatang, geliat semangat dan berbagai persiapan sudah mulai dilakukan para santri di Kota Tapis Berseri.
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bandar Lampung KH Ismail Zulkarnain mengatakan, hari santri merupakan suatu momentum para santri untuk mengekspresikan dirinya, bahwa santri mempunyai kemampuan, dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), segi intelektualitas, serta santri mampu berbaur dan beradaptasi dengan masyarakat mengabdikan ilmunya.
“Karena para santri itu sudah terlatih di pondok pesantren, dari segi keilmuan, segi ahlak, dan kemampuan mereka sudah terlatih dengan segala macam pendidikan di Ponpes. Jadi kalau terjun ke masyarakat InsyaAllah terpakai,” kata pimpinan Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung itu saat ditemui di Ponpesnya, Selasa sore, 10/10/2023.
Ismail sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang kini mengakui keberadaan dan jasa santri melalui Peringatan Hari Santri Nasional. Sebab, kata Ismail, para kiyai dan santri sangat berjasa merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Apalagi sekarang ada program Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman, yaitu tentara jalur santri. Alhamdulillah santri Riyadhus Sholihin sudah 16 orang jadi tentara. Maka kami bersyukur kepada pemerintah bahwa santri itu sudah diakui oleh negara, sudah tecatat di Undang-undang, dan ada peringatan Hari Santri Nasional,” ungkap Ismail.
Seperti diketahui, pada 22 Oktober 1945 silam, KH Hasjim Asy’ari mengeluarkan seruan berisikan perintah kepada umat Islam berjihad melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan.
“Para santri dan kiyai berjuang dan turun semua ke medan perang melawan sekutu. Saat itu berapa juta santri dan kiyai mati syahid di negara kita ini,” ujarnya.
Untuk memperingati perjuangan para santri dan kiyai tersebut, Ponpes Riyadhus Sholihin mengadakan rangkaian kegiatan dan sejumlah perlombaan yang diikuti santri antar Pondok Pesantren se-Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang mengangkat tema “Bersama Santri Mewarnai Dunia” itu berlangsung mulai 16-20 Oktober 2023.
“Ada berbagai kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional, di antaranya lomba futsal, tenis meja, hadroh, ceramah, pidato 3 bahasa, memasak, solo song, dan banyak lagi,” ujar kiyai yang akrab disapa Abah Ismail itu.
Selain itu, akan ada kegiatan pawai santri yang dimulai dari Bundaran Tugu Adipura Bandar Lampung. Kegiatan itu juga akan diikuti para santri se-Kota Bandar Lampung. Khususnya dari Ponpes Riyadhus Sholihin, akan mengirim sekitar 200 santri untuk meramaikan pawai tersebut.
“Harapannya rangkaian kegiatan Hari Santri ini bisa memperkuat silaturahmi dan persatuan antar Santri Ponpes di Bandar Lampung ini.
Juga melatih jiwa kepemimpinan para santri, melatih santri agar punya kemampuan, hobi tersalurkan, dan lain-lain,” pungkasnya.(*)






Komentar