VoxLampung, Bandar Lampung – Melayani 1.128 narapidana, dapur Rutan Kelas I Bandar Lampung saban hari disibukkan dengan aktivitas mengolah dan memasak aneka bahan makanan. Kendati demikian, kondisi dapur yang bersih dan rapih senantiasa terlihat di sana.
Pantauan VoxLampung pada Sabtu, 26/8/2023, para koki dan tenaga pendamping yang merupakan Napi Rutan terlihat sibuk memasak dengan panci-panci berukuran besar. Menu yang sedang diolah di antaranya yaitu ikan kecap dan sayur bening tahu. Terlihat pula ada yang sibuk memotong buah semangka sebagai pelengkap menu makan siang para Napi.
Sesuai dengan nama dapurnya yakni Dapur SEHATI yang merupakan kepanjangan dari Sehat, Aman, Tertib, Indah, sehingga kondisi demikian selalu menjadi standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan di sana.
Kepala Sub Seksi Administrasi dan Perawatan, Ardeli Permata Cori menjelaskan, pihaknya memberikan menu makanan yang berbeda setiap harinya kepada para Napi. Terdapat daftar makanan dengan siklus 10 hari, sehingga para Napi dapat terpenuhi kebutuhan gizinya dengan menu yang beragam.
“Ini diwajibkan di seluruh UPT, baik Lapas maupun Rutan, sesuai amanah Undang-Undang nomor 22 tahun 2022. Dalam sepuluh hari menunya berbeda-beda,” kata Ardeli di Dapur Rutan Bandar Lampung, Sabtu, 26/8.

Ardeli bilang, Dapur tersebut dilengkapi dengan peralatan masak seperti steamer, empat unit kompor, freezer, dan berbagai alat lain yang cukup lengkap untuk bisa mengkaver kegiatan pelayanan makanan bagi warga binaan.
Adapun 11 warga binaan yang menjadi tenaga pendamping sudah mendapatkan pelatihan tata boga terlebih dahulu. Mereka bertugas mendampingi empat orang koki untuk menyiapkan makanan para Napi.
“Sehari tiga kali makan, yaitu makan pagi, siang, dan malam. Total ada 1.128 napi yang dilayani,” jelasnya.
Dapur SEHATI Rutan Bandar Lampung telah mendaparkan sertifikat Laik Hygiene dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Hal ini memantik para petugas di Dapur untuk selalu menjaga kebersihan agar makanan selalu dalam kondisi higienis.
“Setiap selesai masak, (dapur) selalu dibersihkan dengan air mengalir. Selalu dicek kebersihannya, sehingga besok paginya sudah siap untuk digunakan lagi dalam kondisi bersih dan sehat,” imbuh Ardeli. (*)







Komentar