oleh

Ketua FKPP Bandar Lampung Imbau Santriwati Ponpes Tak Cium Tangan Ustaz Laki-laki

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Bandar Lampung KH Ismail Zulkarnain mengimbau kepada para ustaz di pondok pesantren untuk meminimalisir kontak dengan santriwati, salah satunya dengan tidak membiarkan santriwati mencium tangan atau bersalaman dengan ustaz laki-laki.

Imbauan ini dalam rangka merespons adanya sejumlah kasus asusila yang dilakukan oknum ustaz terhadap santriwati pondok pesantren, seperti diberitakan di media massa.

Menurut Ismail, tindakan asusila itu lantaran oknum ustaz tersebut tak dapat menahan godaan setan. Sebab, ustaz selayaknya manusia biasa, juga mempunyai nafsu.

“Para kiyai di Pondok Pesantren itu manusia, bukan Malaikat. Mereka juga punya nafsu, sama seperti saya punya nafsu. Kerjanya setan itu penggoda manusia. Persoalannya, interaksi antara ustaz dengan santriwati tak ada batas. Santriwati mestinya tidak boleh cium tangan dengan ustaz laki-laki. Seperti di pondok kami. Itu untuk menjaga dan mengantisipasi godaan setan,” kata Ismail.

Pimpinan Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung itu mengatakan, pada hampir setiap kegiatan pertemuan FKPP, dirinya senantiasa mengingatkan kepada sesama pengurus pondok pesantren agar tak ada lagi santriwati cium tangan ustaz laki-laki.

“Kami mengingatkan kepada rekan-rekan (pengasuh ponpes) agar jangan sampai terjadi (asusila terhadap santri) dengan cara membatasi interaksi dengan santriwati perempuan,” imbau pria yang akrab disapa Abah Ismail itu.

Kendati demikian, Ismail mengatakan, kita juga tidak bisa menjustifikasi perbuatan ustaz yang melakukan tindakan asusila tersebut, karena itu adalah ulah oknum yang tak patut.

“Sebab di Lampung ini kan ada 1.500 pondok pesantren, dan yang bermasalah kan hanya 3 pondok,” kata dia.

Sebelumnya, tiga ustaz di ponpes berbeda di Lampung berurusan dengan pihak berwajib lantaran telah melakukan tindakan asusila terhadap santri perempuan.

Satu di antaranya yakni ustaz berinisial AA, pengasuh Ponpes di Tulangbawang, dilaporkan melakukan asusila terhadap enam santriwati di bawah umur.

Sedangkan dua lainnya merupakan ustaz di salah satu Ponpes di Sungkai Lampung Utara, dan seorang lagi merupakan ustaz di salah satu Ponpes di Natar Lampung Selatan. *

Komentar