VoxLampung.com, Bandar Lampung – Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin Bandar Lampung menyembelih sebanyak 15 ekor sapi pada Hari Raya Idul Fitri 1943 Hijriah. Daging kurban dibagikan langsung oleh para santri ke warga sekitar, dan beberapa kecamatan di Kota Tapis Berseri.
“Alhamdulilah tahun ini kami menyembelih 15 ekor sapi kurban dari para dermawan. Kami bagikan ke beberapa kecamatan dan kelurahan, dan yang pasti tetangga terdekat,” kata Pemimpin Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain, Selasa, 12/7/2022.
Jika biasanya pembagian daging kurban menggunakan sistem kupon, di Ponpes tersebut menerapkan mekanisme berbeda. Para santri Ponpes yang keliling langsung membagikan daging kurban dari rumah ke rumah atau door to door.
“Tidak pakai kupon, kami catat calon penerimanya, dan kami antar ke tempat. Para santri yang keliling mengantarnya langsung ke rumah warga. Kalau pakai kupon kan nanti ada antre-antre, terlalu ramai. Dagingnya juga jadi tidak segar lagi karena kelamaan menunggu antrean kupon,” ungkap Abah Ismail, sapaan akrabnya.
Total sebanyak 2.500 kantung daging kurban sudah dibagikan. Penyembelihan dan pembagian daging kurban dilakukan sejak hari pertama lebaran Idul Adha, yakni Minggu, 10/7/2022, hingga Selasa, 12/7/2022.
“Mulai hari Minggu, itu dibagikan ke warga sekitar, warga Kaliawi dan Kota Sepang. Hari ini ada sekitar 1.500 kantung yang dibagikan,” terangnya.
Abah Ismail mengatakan, Hari Raya Idul Adha bermakna keikhlasan, sebab hanya orang-orang yang ikhlas yang mau berkurban, mencari Ridha Allah. Harta yang kita miliki adalah titipan Allah, sehingga tidak perlu takut miskin karena berkurban.
“Berkurban ini tanda keikhlasan dan pengorbanan kita. Kurban ini menunjukkan rasa empati, belas kasih kita kepada orang lain, dan menunjukkan rasa syukur nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan dan mengorbankan Ismail,” pungkasnya. (*)





Komentar